sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Rabu, 01 April 2015

Kalau

Bisa Memimpin

Kenapa Jadi Pengikut Terus…


Bangsa Indonesia ini masih membutuhkan guru-guru yang handal. Yang memiliki keterampilan mengajar, cerdas dan komitmen terhadap masa depan pendidikan Islam. Pendidikan anak-anak janganlah rendah kualitasnya karena hanya akan melahirkan generasi kelas dua atau tiga. Dampak ke depan generasi umat terbesar ISLAM  tentu juga rendah. Saat ini saja peran umat mulai tergeser-tergeser yang tidak dirasakan sebagian besar pemeluk agama Islam. Meskipun mereka-yang berperan- Islam tapi tidak memikirkan kemajuan umat. Banyak sekali disibukan dengan acara dan aktifitas leher kebawah dan sangat sedikit konsumsi leher ke atas. Jomplang!


Bulan Juni  tahun 2004 YDSF sebagai penyandang dana bekerjasama dengan KPI dan LPI Al Hikmah menyelenggarakan Diklat Guru SD. Peserta diklat merupakan lulusan S1 baik berlatar belakang pendidikan ataupun non pendidikan. Mereka ini mendapat pembekalan dari para dosen yang praktisi dan praktisi yang ahli. Selama setahun dibina dan dibimbing untuk meraih guru yang berlevel mampu sebagaimana sudah saya sampaikan secara singkat ditulisan yang lalu. Ingat level guru ada 5 yaitu Pemula, Pemula awal, Mampu, Terampil dan Ahli. Meskipun kami mentargetkan level mampu saja insya’allah para lulusan siap berlari mulai gigi satu sampai gigi empat. Mengapa? Karena kualifikasi lulusan adalah siap mengajar, siap berdakwah dan siap berkembang. Alhamdulillah dana umat ini mampu berkembang(=barakah) menyebar di sekolah-sekolah di jawa timur, jawa tengah, Riau dan Kalsel.

Saat ini para lulusan sudah menapaki jenjang pimpinan sekolah atau kepala sekolah. Yang pasti pengaruhnya jauh lebih besar dibandingkan sebagai guru. Para peserta  yang potensi memimpin memang saya dorong untuk menjadi kepala sekolah. Dengan asumsi guru-guru yang baik akan dapat menjadi koordinator yang baik. Koordinator yang baik akan juga menjadi wakil kepala sekolah yang baik. Selanjutnya wakil kepala sekolah yang baik pantas menjadi kepala sekolah yang baik pula. Proses regenerasi dari satu amanah ke amanah yang lebih tinggi ketika sekolah menunjang jenjang karier guru. Baik dari jalur struktural maupun jalur fungsional.

+++

HP saya berdering….
Tidak ada muncul nama dilayar …pasti orang yang tidak pernah saya kenal! Masak?
“Assalamu’alaikum….”sapa penelpon
“Walaikumsalam…”jawab saya agak ?? siapa ini?
“Ustadz Heri ya ni? tanya penelpon kemudian  Saya Bu Nia….Ustadz..”
Ooo Bu Nia…(sambil mencocokan wajah dimemory….belum ketemu-ketemu) ya ada yang bisa saya bantu Ustadzah?coba selidik saya.
Begini ustadz Heri, saya butuh wakasek kesiswaan, apa ustadz bisa bantu?tanyanya kemudian.

Lanjutnya…

“Pokoknya kalau nanti ada (=ya diharuskan ada untuk dicarikan) asal ustadz setuju akan saya terima.”terangnya.
Dari beberapa penjelasan Beliau nanti akan diberi fasilitas rumah dinas(=tempat tinggal sementara). Tawaran yang menantang bagi orang yang ingin memimpin melalui jalur struktural. Namun, pertanyaan buat diri saya:”Apakah lulusan Diklat ada?”batin saya. Ya harus ada dong!jawab batin saya yang lain. Bingung…! Kenyataan di lapangan saya mempunyai 6 guru laki-laki. Hanya seorang saja yang belum bekerja sebagai guru(=tidak ada pengalaman mengajar) So…?

Akhirnya saya melancarkan pendekatan pada seorang mahasiswa diatas dengan sedikit instruksi(=memaksa). Tentu saja saya tidak melepas begitu saja. Perlu saya berikan wawasan ketika nanti menjabat sebagai wakasek.

“Ini ada permintaan dari Depok? Gimana pendapatmu?”tanya saya mendesak.
“Permintaan apa Ustadz?Guru ya Ustadz?”jawab mahasiswa saya penasaran
“Wakasek.”jawab saya singkat.
Wakasek Ustadz…? Saya kan belum pernah mengajar?jawabnya (muncul rasa keberatan)
“Ndak apa-apa bismillah!kata saya. Ini kesempatan, jalur cepat… Coba kamu pikirkan!”jelas saya

Beberapa hari kemudian mahasiswa saya menyampaikan tawaran(=instruksi) saya. Dari pembicara dengan ibunya dia menceritakan kalau Ibu menanyakan tentang jauhnya(agak berat).

Akhirnya…
Mahasiswa saya ini mau melaksanakan instruksi saya sebagai duta dari diklat SD S1 plus.
Setelah beberapa bulan kemudian-saat liburan-mampir ke kampus menyampaikan bahwa dia sudah merasa nyaman. Saya tentu yang sangat bahagia sebahagainya. Bahkan pada kepulangannya lagi dia melangsungkan pernikahan.Alhamdulillah…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar