sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Kamis, 02 April 2015

Ar-Riyadhoh

(melatih diri)


Kalau tahu postur tubuh Ade Rai atau penyanyi Agung  Hercules tentu komentarnya wow kekarnya…!Pertanyaan yang muncul “bagaimana membentuk tubuh yang kekar tersebut?” Semua tentu sudah pada tahu… ya latihan di gym. Insya’allah badan akan kekar dengan diimbangi makanan yang menunjang. Otot kuat, keras, dan padat berisi akan segera tampak bila latihan rutin dilakukan. Jadi kunci badan kekar ya mau latihan beban.


Di samping urusan tubuh agar kuat atau bugar urusan mental atau ruhani juga harus tegar dan kuat. Pertanyaan yang sama adalah “bagaimana membentuk mental atau ruhani tegar dan kuat(kokoh)?” Sebelum menjawab pertanyaan tersebut perlu diketahui bahwa Ibnu al-Jauzi dalam Terapi Spiritual menjelaskan tentang kekuatan manusia. Menurutnya potensi atau kekuatan manusia ada 3 yaitu: akal, nafsu dan amarah. Manusia mampu membangun peradaban yang luar biasa karna akal. Jadi orang yang dianugerahi ilmu oleh Allah akan berusaha semaksimal mungkin potensi nalar berkembang hingga titik sempurna. Nafsu dan amarah adalah potensi yang manusia harus kendalikan bukan dikembangkan. Ibarat nafsu adalah kuda sedangkan akal adalah kusirnya. Maka pandai-pandainya manusia mengendalikan nafsu yang selalu mengajak ke arah keburukan.

“Manusia sejati adalah manusia yang menjadikan potensi nalarnya potensi yang dominan”Plato

Sudah menjadi bahasa umum untuk mengetahui kemampuan seseorang yang valid adalah diminta untuk menjawab tes/ujian. Atau kalau dalam psikologi disuruh mengisi dan menjawab soal-soal/pertanyaan psikotes. Mungkin saja kemampuan atau kecerdasan-ada yang menyebut tetap-yang dimiliki  tidak bisa berkembang(berubah).  Maksudnya saat ini skala yang diperoleh 100(rata-rata) bisa berubah menjadi 130 (sangat cerdas) atau menjadi 150 (jenius). Saya lebih menerima bisa berubah namun tidaklah signifikan terus jadi sangat cerdas atau jenius.  Mengenai mental atau rohani  justru tidak seperti kecerdasan nalar. Istilah yang lain kecerdasan spiritual adalah hasil iman yang mendalam yang dimanifestasikan dalam pemikiran dan tindakan yang benar(Bensaid dan Machouche).

Manusia yang memiliki jiwa mutmainah(QS.89.27) itu adalah kecerdasan spiritualnya bagus. Pantas Allah SWT mempersilakan bersama-sama hamba-Nya masuk surga. Jiwa yang memiliki kecerdasan spiritual yang bagus tidak dating tiba-tiba. Ini membutuhkan riyadhoh dan mujahadah yang tinggi.

Berikut anjuran yang dapat menjadi pertimbangan dilakukan bagi kita semua agar memiliki mental-ruhani yang kokoh kuat tak tertandingi…kayak iklan semen.wkwk


  • Baca dan hayati makna al-Qur’an setiap hari (QS.7.179)
  • Ambil pelajaran ayat-ayat kauniyah(alam sekitar)(QS.7.179)
  • Kelola nafsu agar tidak memperturutkannya(QS.3.134, 12.53, 45.18)
  • Tahan amarah perbanyak dzikir dan sabar(QS.68.48, 3.134)
  • Ikhlas dan tawakal selalu kepada-Nya.(QS.22.31,10.105, 4.146,46.15,12.67,14.12)


Renungan ayat ini:
QS.7.179. "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar