sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Senin, 20 April 2015

Berhati Lembut Bertindak Keras



(Para Pahlawan Wanita)


Bangsa Indonesia banyak memiliki putra-putra terbaik. Kiprahnya menghiasi sejarah bangsa ini baik masa sebelum kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan. Sebut saja Diponegoro, Imam Bonjol, Antasari, Tjik Ditiro, H.O.S. Cokroaminoto, Ir.Soekarno, Drs.Moch.Hatta, Haji Agoes Salim dll. Ketokohannya dan perjuangannya untuk bangsa tercinta ini tidak diragukan lagi. Mereka itu hanya berpikir bagaimana bangsa ini terbebas dari penjajahan dan maju menjadi bangsa merdeka.

Tokoh yang saat ini sedang ditayangkan di bioskop adalah Bapak Bangsa H.O.S.Cokroaminoto. Ia adalah tokoh politik yang santun dan Bapak Idiologis yang berpengaruh. Ajaran yang terkenal


“Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat” – H.O.S. Tjokroaminoto

Dari Beliau lahir tokoh-tokoh terkenal seperti: Ir. Soekarno, Tan Malaka, Semaoen, Muso, Alimin, Kartoswirjo dll.

Tokoh-tokoh yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya didominasi kaum Adam saja tapi juga kaum Hawa seperti: Keumala Hayati, Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, R.A Kartini, Dewi Sartika dan Martha Christina Tiahahu.
Tokoh-tokoh wanita yang seharusnya dalam Islam tidak wajib berperang akhirnya maju di medan laga. Cut Nyak Dhien salah satu tokoh sekaligus pahlawan wanita yang terkenal bersama Teuku Umar (suaminya), memimpin berbagai peperangan di tanah rencong melawan pasukan Belanda sejak tahun 1880. Belanda mengakui kewalahan menghadapi duet pemimpin ini. Akhirnya, Teuku Umar gugur tertembak peluru. Ketika Cut Gambang, anak Cut Nyak Dhien, menangis karena kematian ayahnya, ia ditampar oleh ibunya yang lalu memeluknya dan berkata:

Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang sudah syahid”

Cut Nyak Dhien sebagi Ibu, dia begitu lembut. Tapi beliau sangat marah dan keras saat harga diri dan agamanya dilecehkan oleh Belanda. Nyawa taruhannya. Harga diri sebuah bangsa haruslah tinggi demikian juga agama. Yang menjadikan hidup kita semua selamat dunia akherat atau tidak. Bila urusan dunia saja insya’allah para pejuang-pejuang wanita bangsa ini tidak sampai angkat senjata.

Memberikan kelembutan kepada yang dikasihi dan memberikan ketegasan(sikap keras) bagi yang menginjak-injak harga diri bangsa dan agama.  Allah SWT mengingatkan dengan firman-Nya:

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”QS.al-Fath(48).29

Tidak ada komentar:

Posting Komentar