sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Kamis, 30 April 2015

Hidup tapi Mati



Sewaktu kedatangan 2 dosen dari Universiteit Utrecht, Frans dan Dolly, mahasiswa STKIP Al Hikmah mendapat kuliah RME. Senin, 27 April 2015 menjadi hari perkuliahan berskala international. Mereka berdua adalah pakar RME yang mempunyai mahasiswa bimbingan di Unesa dan Unsri. Dari pengantar Miss.Dolly menyebutkan bahwa Everyone need mathematic and mathematic is on everywhere. Berikutnya Beliaunya menyampaikan pentingnya mata pelajaran Matematika ala Realistic Mathematic Education.
  Hana 40 m in 8 minutes
Tina 23 m in 6 minutes
Yona 14 m in 7 minutes
Ana 28 m in 5 minutes
Sue 7 m in 3 minutes


Bayi yang mana lebih cepat?
Pertanyaan seperti diatas yang diminta untuk dicarikan solusinya berdasarkan common sensenya. Ada mahasiswa yang menyelesaikan dengan hitungan, membuat matrik dan membuat garis cartesius.


Dengan beberapa jawaban penyelesaian tersebut, Dolly merasa senang dan menambah pengalaman tentang bagaimana belajar ala RME.
Ini menjadi pengalaman yang bagus bagi mahasiswa dalam menciptakan suasana pembelajaran yang memotivasi siswa belajar.

+++

Pembelajaran yang mendorong siswa untuk menyelesaikan dengan seluruh panca indera menjadi tanda mensyukuri karunia-Nya. Allah SWT mendorong manusia untuk menggunakan potensi panca indera agar tumbuh kesadaran. Kesadaran akan kebesaran Yang Maha Pencipta, sehingga mereka mau beribadah kepada-Nya.QS.31.20

Guru yang benar adalah guru yang mampu melahirkan potensi siswa muncul secara optimal. Potensi tersebut akan muncul pada waktu guru melatih mereka di setiap pembelajarannya. Yaitu pembelajaran yang melibatkan mata, telinga, hidung, lidah dan kulit. Atau dalam bahasa al-Qur’an yang Allah sering singgung adalah mata, hati dan telinga sebagaimana tercantum dalam surat al-‘araf(7).179)

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Perintah untuk mempergunakan piranti petunjuk Ilahi tersebut sungguh penting. Manusia akan celaka dan jatuh derajatnya sebab karenanya.

Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.”QS.al-Mu’minun(23).78

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka).”QS.at-Tiin(95).5

Manusia yang tidak menggunakan panca indera dalam hal ini hati, mata dan telinga sama dengan binatang ternak. Manusia seperti ini hidup dan dapat melakukan berbagai aktifitas sebagai mana layaknya manusia normal, tapi bagi Allah SWT mereka itu hanyalah binatang ternak. Sapi, kerbau, dan kambing adalah binatang ternak yang tidak dapat menggunakan hati meskipun punya. Tidak menggunakan mata meskipun punya. Dan tidak menggunakan telingga meskipun punya. Hidup tapi mati. Mati fungsinya dari kehendak Allah-agar bertambah imannya.

Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar