sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Senin, 27 April 2015

Pendidikan atau Penjajahan?



“Apa yang dulu terjadi pada siswa kelas sepuluh sekarang sudah menjadi kebiasaan bagi siswa kelas delapan: Masalah hukum. Pergaulan bebas, kehamilan. Berpesta dengan alkohol tanpa didampingi orang dewasa, obat-obatan.” --Seorang Konselor Sekolah Menengah
 “Orangtua adalah orang berkuasa. Kesalahan terburuk yang mereka lakukan adalah menyepelekan pengaruh mereka”. --Seorang Rabi

Sungguh memprehatinkan acara yang bertolak belakang dengan nilai pendidikan. Sebuah acara yang mengangkat tema 'Splash after Class', pesta bikini summer dress bagi pelajar SMA di Bekasi dan Jakarta menyebar di YouTube dan jejaring sosial. Dalam undangannya yang tercantum di YouTube dan sejumlah situs, acara digelar pada 25 April 2015. Meskipun akhirnya dibatalkan!

William J. Schroer menguraikan tentang generasi X, Y dan Z. Kelahiran generasi X, Usia, dan populasinya sbb:
Generation X adalah
Born: 1966-1976
Coming of Age: 1988-1994
Age in 2004: 28 to 38
Current Population: 41 million
Generation Y, Echo Boomers or Millenniums
Born: 1977-1994
Coming of Age: 1998-2006
Age in 2004: 10 to 22
Current Population: 71 million
Generation Z
Born: 1995-2012
Coming of Age: 2013-2020
Age in 2004: 0-9
Current Population: 23 million and growing rapidly
***
Di tulisan Akhmad Sudrajat menyimpulkan ada 5 generasi, yaitu: (1) Generasi Baby Boomer, lahir 1946-1964, (2) Generasi X, lahir 1965-1980, (3) Generasi Y, lahir 1981-1994. (4) Generasi  Z, lahir 1995-2010, dan (5) Generasi Alpha, lahir 2011-2025. Generasi Z (disebut juga iGenerationGenerasi Net, atau Generasi Internet) terlahir dari generasi X dan Generasi Y.

Beberapa karakteristik umum dari Generasi Z dapat diuraikan sbb:
Fasih Teknologi
Anak-anak yang dimasa ini sangat mahir dan antusias dalam pencarian informasi. Khususnya berkaitan dengan teknologi informasi dan aplikasi komputer. Era digital seperti ini rasa-rasa tidak ada anak yang tidak melek komputer dan internet. Sudah menjadi makanan sehari-hari. Daya eksplorasi anak-anak akan piranti canggih begitu mudah. Kemudahan menjadi peluang untuk melakukan tindakan negatif. Jadi perlu kedewasaan dibalik kemudahan menggunakan piranti canggih semacam smartphone dan internet.
Sosial
Dalam pertemanan mengalami perubahan sangat cepat. Melalui internet anak-anak dapat mengakses situs-situs jejaring sosial. Semacam facebook, twitter, instagram dll. Mereka sangat intens berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sebaya bahkan semua kalangan. Sering kali dilupakan dan dilanggar norma-norma komunikasi yang terbangun melalui sosmed. Ruang-ruang negative dan asusila terbuka muncul di media ini. Tertemanan yang positif dalam membangun jejaring bisa berubah menjadi sarana perusak pendidikan. Mampukah anak-anak kita katakan No for negative media?
Multitasking
Generasi Z dan Alpha dituntut mampu melakukan berbagai aktivitas dalam satu waktu. Anak yang memiliki banyak keterampilan jauh lebih survive dalam berkompetisi. Disinilah yang sebenarnya anak-anak harus berjuang meningkatkan kemampuan diri. Bukan hura-hura semacam Splash after Class yang menjerumuskan kehancuran masa depan.

Ketiga hal diatas menjadi perhatian bagi kita para orangtua dan pendidik. Jangan biarkan penjajahan budaya permisif menguasai anak-anak. Pendidikan yang benar akan membantu mereka meraih masa depan. Untuk itu mari kita perhatian dalam hal siapa saja teman-teman mereka dan konten-konten apa yang menjadi kegemarannya. Upaya antisipatif jauh lebih baik buat mereka agar selamat generasi kita mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar