sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Senin, 02 Maret 2015

Membangun Kualitas Personal Guru



Guru sosok yang menjadi panutan(role model)para anak didiknya. Sebagai panutan guru haruslah memiliki kualitas personal yang lebih baik. Dalam buku karya Priyantono Rudito, Ph.D berjudul “Leveraging Global Talent” menyebutkan karakteristik great leader dan great people memiliki karakter(character), pengetahuan(knowledge) dan keterampilan(skill) di bidangnya. Bila ia seorang guru berarti dalam hal pendidikan dan pengajaran.
Guru yang berkualitas hendaklah memperhatikan akan karakter diri yang dibangunnya. Karakter yang berkaitan dengan ruhiyah atau spiritual. Pengetahuan yang dipelajari dan didalaminya yang  berkaitan dengan rasio(intelektual). Sikap yang berkaitan dengan rasa(emosional). Dan keterampilan berkaitan dengan raga(fisik).
Jack Welch menyatakan bahwa inti kekuatan GE terletak pada:
“…creating competitive advantages with transformational leaders at all levels of the organization.”


Karakter
Seorang guru mempunyai niat kuat membangun peradaban dimulai dari diri sendiri. Bagaimana ia mampu memimpin dirinya menjadi sosok yang memiliki kualitas ruhiyah yang tinggi. Urusan ibadah ia telah selesai. Maksudnya sudah tidak lagi dipertanyakan seperti: sholat lima waktu berjamaah di masjid, sholat tahajud, sholat dhuha, baca Qur’an, menjaga wudlu, dzikir dan infaq. Hati, pikiran dan perilakunya mencerminkan akhlak guru muslim yang sopan dan santun.  Sehingga ia sibuk dalam hidupnya melahirkan anak sholeh-sholehah seperti dirinya dan atau lebih baik lagi. Ukuran seorang guru berkarakter adalah ia di lingkungan sekitar disebut orang yang taat beribadah.
Pengetahuan
Tingginya ruhiyah karakter seorang guru haruslah diimbangi dengan pengetahuan yang baik pula. Disini antara rasa dan rasio yang haruslah berimbang. Kekuatan akal pikiran haruslah dipandu dengan hati nurani yang bersih. Ada celetuk teman anak itu cerdas sekali tapi omongannya nyakitin hati! Atau sebaliknya teman saya hatinya baik banget tapi sulit memahami penjelasan. Jadi tentu tidaklah personal guru yang rasa dan rasionya jumplang seperti itu. Cerminan orang yang memiliki pengetahuan tinggi adalah ia seorang pembelajar dan mau berbagi dengan apa yang dimiliki. Sedangkan cermin yang emosionalnya tinggi adalah ia mampu mengelola emosinya dengan baik. Guru yang ingin memiliki pengetahuan yang luas maka harus menjadi manusia pembelajar. Menurut Priyantono Rudito ada 3 yaitu: Kemauan belajar(willingness to learn), keinginan kuat untuk mencapai yang terbaik(passion for excellence) dan keterbukaan pikiran(open mindedness). Ketiga hal itu merupakan antusias seorang menjadi sosok yang terbaik.
Keterampilan
Banyak dan luasnya pengetahuan guru hendaklah juga diwujudkan dengan keterampilannya yang bagus. Contoh yang dapat dimisalkan adalah seorang yang memiliki pengetahuan cara membaca alQuran bagus-tajwid, makhroj, dan sifat- tapi praktek membacanya kurang bisa. Ini tentu tidak diharapkan. Teori yang dimiliki seorang guru tentang bidang yang ditekuni haruslah mampu ditransferkan ke anak didik dengan baik pula. Memang keterampilan ini sangat berpengaruh dengan jam terbang yang ditempuh oleh seorang guru.
Sikap
Sikap berkaitan dengan karakter. Bangunan sikap seorang guru dapat dibangun dengan meneladani Rasulullah Saw. Sikap dalam bekerja, sikap dalam beramal, sikap dalam berbicara efektif, sikap dalam majlis dan sikap-sikap lainnya dalam bermuamalah maupun dalam beribadah.
Keempat karakteristik diatas akan menjadi kurang optimal bila raga(fisik) tidak tangguh. Kekuatan raga juga menjadi perhatian yang harus dibangun pula. Dengan raga(fisik) yang baik maka kemanfaatan seorang guru jauh lebih banyak, sehingga amal sholeh yang ditebarkan semakin luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar