sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Jumat, 27 Februari 2015

Berburu

Cinta Pak Guru



Pagi itu Pak Bagus harus berangkat lebih awal. Jadwal menyambut siswa disepakati pukul 06.15. Para guru yang bertugas menyambut siswa terbiasa dan ‘dibiasakan’ datang  sebelum siswa-siswi datang. Ini juga sekaligus cara Bapak Kepala Sekolah mengecek kedisiplinan guru. Kepala sekolah hampir pasti setiap pagi berdiri di pintu gerbang untuk menyambut siswa. Saat kedatangan siswa ini dipakai para guru piket dan kepala sekolah menyambut siswa dengan senyum sapa salam dan santun. Salah satu program  membangun akhlak/karakter siswa-siswi yang siap belajar.  Kecerian ditampakan sebagai motivasi untuk belajar dengan giat melalui SENYUM. SAPA adalah cara untuk memancing siswa membuka komunikasi yang baik dan penuh keakraban. Doa yang terus dipanjatkan kepada-Nya yang memberi ilmu dan kepahaman diwujudkan dengan SALAM. Sebagai peserta didik yang berhasil pendidikannya ketika menjadi anak yang SANTUN, yang jauh dari sikap sombong dan arogan.

“Assalamu’alaikum Yasmin?”salam Pak Bagus dengan senyum.
“Walaikumussalam warahmatullah, Pak Bagus.” balas Yasmin dengan wajah tersenyum gembira.
“Bagaimana kabarnya? Sehat Yasmin?”sapa pak Bagus.
“Alhamdulillahhh…”jawab Yasmin
Sambil membetulkan kerudung Yasmin, Pak Bagus memberi nasehat.
“Semangat belajar ya Yasmin…! Agar jadi anak pintar.”celetuk pak Bagus.
“Terima kasih Pak…!”balas Yasmin sambil mendorong tas menuju ke kelas.
+++
Pelajaran Bahasa Indonesia saat itu membahas tentang topik menceritakan pengalaman pribadi. Pak Bagus memulai pelajaran dengan menyiapkan anak-anak untuk berdoa. Ketua kelas memberi aba-aba teman-temannya bersiap untuk berdoa. Setelah selesai berdoa Pak Bagus mengecek kehadiran anak-anak lengkap atau tidak. Bila tidak lengkap apakah sakit atau ada izin pergi.
“Assalamu’alaikum anak-anaku…”salam Pak Bagus mengawali pelajaran
“Walaikumsalam Pak Guru…”jawab anak-anak serempak.
Pak Guru punya tebakan:”Tahukah kamu makhluk setiap dilahirkan selalu buta?”
Anak-anak nampak banyak ekspresi, ada mencoba mengingat-ingat, ada yang berteriak menjawab, ada yang bingung, dan beberapa saling bertanya dan menjawab. Beberapa makhluk atau binatang disebut secara bergantian oleh anak-anak tapi masih belum tepat.
“Makhluk itu adalah hewan kecil yang mampu membangun sarang dari tanah dan mampu mencari makan meskipun buta?tambah Pak Bagus.
“Saya tahu…saya tahu… itu pak Guru..rayap!”jawab salah satu anak.
“Oh ya benar kamu. Terima kasih. Bapak punya pengalaman pribadi dengan binatang ini. Tapi Bapak tidak ceritakan dulu saat ini. Karena yang cerita di depan kelas hari ini adalah kamu semua sebagaimana tugas yang sudah bapak berikan.”terang pak Guru.
Selesai pelajaran Bahasa Indonesia anak-anak istirahat pertama. Ada yang makan-makan di dalam kelas. Ada juga yang ngobrol di taman. Pinjam buku di perpustakaan. Serta beberapa anak ngumpul di sudut serambi kelas. Pak Bagus ikut nimbrung bersama-sama anak itu, bercerita dan bercanda dengan penuh keakraban. Dikerumuni anak-anak. Sampai-sampai Pak Bagus tidak memperhatikan seorang anak yang kepingin gabung tapi malu. Mencoba mencari perhatian tetap tidak mendapatkan… Dan yang bikin kesal anak itu adalah pak guru tidak menyapanya dan mengajak berbicara.  Pak Bagus tersadarkan atas sikapnya setelah anak itu pergi-berklebat- dengan mendongkol dihati dan cemberut di wajah.(-_-)
+++
Saat menjelang pulang anak-anak disiapkan berdoa bersama sebagai doa penutup pelajaran. Tidak lebih dari 10 menit Pak Bagus memberi motivasi dan nasehat kepada anak-anak.
“Anak-anaku yang aku cintai dan banggakan. Kita bersyukur hari ini telah dilalui dengan baik dan lancar. Semoga pelajaran yang didapatkan pada hari ini menjadikan anak-anak lebih paham dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Pak Guru mohon maaf kalau hari ini ada tutur kata dan sikap yang  mungkin mengecewakanmu. Pak Guru tidak bermaksud demikian. Kamu semua adalah murid-murid Pak Guru yang luar biasa. Terus semangat belajar. Doa untuk kamu semuanya.Wassalamu’alaikum warahmatullahiwabarakuh.”
+++
Esok harinya anak pak Bagus yang merasa kurang diperhatikan kemarin datang … dan mendekati pak Bagus.
“Pak Bagus… saya mohon maaf.” Sambil menyerahkan kue tanda sayang pada gurunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar