sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Rabu, 18 Maret 2015

Strategi Pembelajaran Efektif



Banyak penonton mengerumuni dan terbengong-bengong melihat atraksi, menjadi bagian kegiatan awal atau apersepsi tukang jamu.  Selanjutnya misi utama yang dilakukan adalah menjual obat. Bahkan ada peran pembantu yang mendukung akan kasiat obat benar-benar luar biasa dengan yang tadi lemas dan lunglai jadi semangat dan kuat. Bagaimana dengan guru? Ada beberapa bagian yang mirip dengan penjual obat! Yaitu menarik minat pada apa yang akan disampaikan. Dalam buku karya Muhammad Rohman dan Sofan Amri yang berjudul Strategi & Desain Pengembangan Sistem Pembelajaran menyebutkan strategi pembelajaran efektif.  Beberapa strategi tersebut dapat saya sampaikan sebagaimana berikut.

Berorientasi pada tujuan
Di setiap kegiatan pembelajaran seorang guru tentu telah menyusun persiapan mengajar. Biasanya disusun pula tujuan pembelajarannya. Tujuan ini menjadi bagian strategi guru agar apa yang disampaikan selama tatap muka dengan murid focus dan tercapai sesuai dengan rencana. Langkah demi langkah yang guru lakukan dalam mencapai tujuan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk peningkatan pembelajaran selanjutnya.
Aktivitas
Demikian juga aktivitas murid perlu dikelola dengan baik agar pembelajaran berlangsung dengan optimal.  Anak-anak focus pada pelajaran rata-rata antara 15 sampai 20 menit saja selanjutnya akan mengalami degradasi.  Guru yang menyampaikan pelajaran monoton ditambah aktivitas hanya satu arah, maka dijamin akan drop dan muncul kegaduhan termasuk prilaku yang menyimpang. Sampai menit seperti ini guru harus segera membuat variasi kegiatan yang membantu menaikan keaktifan cerita singkat, humor, pertanyaan menantang dan sebagainya. Pengelolaan kelas disini amat penting bagi guru sebagai indicator pembelajaran berlangsung dengan baik atau tidak.
Individualitas
Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu peserta didik. Meskipun guru juga mengajar secara kelompok dan klasikal tapi tagihan atau kemampuan dan keterampilan peseerta didik ya kembali pada perseorangan(individu). Guru tentu tidak ingin antara kelompok dan individual terjadi  delta yang sangat jauh. Bila ditarik pelajaran dibidang lain adalah hidup berjamaah memang lebih baik dan pahalanya lebih tinggi. Tapi pada akhirnya Allah SWT akan tetap menilai dan membalas pada perseorangan. That’s it!
Integritas
Bagi guru yang memiliki sikap yang benar  baik untuk diri sendiri maupun peserta didik adalah membangun integritas diri. Kualitas yang dibangun  oleh guru dan murid untuk menjadi pribadi yang dapat diandalkan. Seperti sikap jujur, disiplin dan bertanggungjawab moral atau akhlak yang harus dikembangkan.
Interaktif
Agar peserta didik memiliki semangat dan gairah belajar  yang baik, maka guru perlu merangsang keaktifanya. Dengan keaktifan mereka dalam pelajaran membantu pengembangan otak. Sebagai  keuntungannya murid terdorong untuk  berpartisipasi aktif. Baik dalam klasikal maupun kelompok besar/kecil.
Inspiratif
Proses pembelajaran adalah proses yang inspiratif peserta didik untuk mencoba & melakukan. Guru yang mampu menginspirasi murid-murid maka akan mendorong mereka mendapatkan ide-ide . Ide-ide tersebut perlu dicoba dan ditindaklanjuti agar membuahkan hasil. Inspirasi guru memberikan kesan yang dalam bagi peserta didik terutama dalam hal sikap dan perilaku. Guru inspiratif adalah guru yang mampu membangunkan siswa melakukan yang belum pernah mereka lakukan dan berhasil.
Menyenangkan
Proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Kekuatan seorang guru ketika dikelas adalah proses transfer ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan ke peserta didik berlangsung dengan baik. Guru puas karena suskses dan muridpun senang karena paham dan bisa menyelesaikan persoalan.
Menantang
Proses pembelajaran adalah proses yang menantang peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir, merangsang kerja otak optimal. Sebagaimana penjelasan diatas, guru harus terus memacu mereka untuk maju dan berprestasi. Tingkat kemajuannya dapat didorong dengan berbagai tantangan.
Memotivasi
Peserta didik yang masih lemah semangat dan kemauan belajar harus sering guru beri motivasi. Mereka masih sangat memerlukan motivasi eksternal.  Melalui motivasi diharapkan kemauan untuk belajar meningkat, kemudian rasa ingin tahu tinggi. Rasa ingin tahu tinggi berarti guru telah berhasil menanamkan motivasi intrinsic kepada siswa. Diantara indicatornya adalah banyak pertanyaan, banyak ide, mau mencoba dan mencari tahu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar