sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Senin, 09 Februari 2015

Dewasa dalam beragama(Mature)



Masih ingat kisah cerita Ibrahim dan Jadullah seorang anak keturunan Yahudi di tulisan yang telah lewat? Betapa mulia praktek agama yang diamalkan dalam kehidupan mereka berdua. Meskipun beda generasi yang cukup jauh namun cara pewarisan beragama yang dituntunkan Ibrahim patut ditiru. Di tulisan berikut ini sengaja saya ingatkan kembali bahwa apa yang kita dapatkan dalam pendidikan agama sangat berpengaruh. Berpengaruh terhadap bagaimana kita menjalankan ajaran itu dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, sekalipun beda agama.


Tujuan beragama insyallah membangun peradaban di dunia dengan penuh kasih sayang dalam rangka beribadah HANYA kepada Allah semata. Bahagia di dunia dan bahagia di akherat. Peradaban yang dicontohkan Rasulullah Saw, dimulai dari diri sendiri berakhlak baik, berlanjut ke keluarga, tetangga dan masyarakat secara luas(berbangsa & bernegara). Pribadi Rasulullah-jauh sebelum diangkat Rasul-mendapat gelar Al-Amin, orang yang terpercaya. Jujur! Pribadi Beliau luhur baik di dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Ini yang tidak bisa dibantah siapapun, bahkan musuh-musuh Beliau para al Kafirun dan al Munafiqun. Lalu kalau orang baik koq dibenci juga oleh sebagian masyarakat Quraisy? Perlu diketahui bahwa benci pada Rasulullah bukan kaitannya dengan akhlak Beliau tapi ajakan untuk menyembah Allah semata. Sehingga Beliau dan para sahabatnya dikejar-kejar dan dibunuh, agar tidak lagi menyebarkan agama tauhid ini.

“Janganlah Anda dibenci lantaran akhlak Anda tapi lantaran ketaatan Anda kepada-Nya”
                                                                                                                                                    Lihat QS.4.54

QS.83.29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

QS.84.30. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

QS.61.9. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.

Membangun kedewasaan dalam beragama amatlah penting baik dalam lingkup seagama maupun antar beda agama. Yang masing-masing pasti mempunyai keyakinan akan kebenaran yang mereka tempuh. Walaupun dalam Islam khususnya tidak menafikan untuk berdakwah mengajak orang lain mengikuti agama tauhid, dienul Islam. Ada beberapa prinsip dan ketentuan dalam dakwah maupun menjalankan agama.

Prinsip-prinsip

  • Masuk Islam-menjadi muslim-tidak ada paksaan.2.256, 13.40 & 10.99
  • Dakwah, mengajak mengikuti agama Allah menjadi kewajiban kaum beriman.21.92,16.125, 21.25 74.31, & 9.124
  • Dakwah, kepada sesama muslim untuk meningkatkan iman & ketakwaan. Perbedaan dalam furu’iyah(cabang) BISA didiskusikan dengan saling menghormati dan menghargai BUKAN DIPERTENTANGKAN.28,87, 41.6, 10.41, 49.10, 2.103
  • Tidak boleh beribadah mengikuti agama lain(=meyakini &mengamalkan).109.6


Aturan-aturan

  • Mengajak untuk menjauhi kesyirikan dalam ibadah maupun muamalah.
  • Menjauhi kekuatan fisik atau kekerasan dalam berdakwah.
  • Tetap berpegang pada al-Qur’an dan sunnah Nabi sebagai rujukan.
  • Menyerahkan semua upaya dan amal sholeh pada Allah tanpa menghakimi.


Renungan ayat-ayat-Nya
QS.49.7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,  

QS.5.54. Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.

48.29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

5. 56. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah[423] itulah yang pasti menang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar