sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Senin, 26 Oktober 2015

Tour de Samarinda



Menunggu menjadi bagian perjalanan “tour de Samarinda”. Adalah kali pertama pencarian mahasiswa dimulai dari pulau Borneo ini. Pesawat yang mengantar ke Banjarmasin sebagai tujuan pertama, berulangkali mengalami penundaan dengan alasan asap! Ya…harus menerima kenyataan ini. Menunggu di terminal Juanda bertambah lama. Padahal kami sudah berangkat sejak sebelum sholat Shubuh tiba. Rencana take off 05.45, namun baru mendapat kepastian terbang setelah pukul 11.00. Jadwal yang tadinya harus berlangsung pukul 09.00 buyar karena asap. Sungguh dampak yang ditimbulkan asap bias kemana-mana. Negeri tetangga semua protes akibat kebakaran atau dibakar? Apakah itu namanya, yang jelas hinga saat ini asap terus mengepul. Anak-anak sekolah yang terkena dampak harus kucing-kucingan dengan asap. Antara sekolah libur ataukah masuk tergantung tingkat kepekatannya. Sampai kapan?
Kawan yang menjemput kedatangan kami juga menunggu dengan harap-harap cemas, karena tidak datang-datang. Sabar adalah kata yang lebih positif menenangkan jiwa yang lagi gundah ingin segera sampai tujuan. Okeylah. Semua sudah terobati usai sholat Jum’at di masjid Yayasan Ukhuwah Banjarmasin sebagai tujuan pertama. Ditambah sambutan yang hangat dari kawan-kawan dan perwakilan mahasiswa DGSD S1+. Dua mahasiswa kami ini sekarang menjadi pejabat kepala sekolah dan waka kurikulum. Senang rasanya bisa berjumpa dengan mereka yang sedang menyiapkan dan membangun generasi untuk 20 tahun mendatang.


Tujuan tour kami ini adalah untuk menjalin kerjasama antara sekolah dan STKIP Al Hikmah dalam menyukseskan pencarian mahasiswa yang cerdas dan minat menjadi guru. Beberapa alternative yang dapat dibantu oleh sekolah adalah:
a.promosi pendaftaran
b.tempat pendaftaran
c.tempat tes peserta
d.tenaga pendukung

Alhamdulillah, kawan-kawan kami di Ukhuwah Banjarmasin  menerima dengan tangan terbuka. Mereka bersedia sekolahnya dijadikan center di kawasan Kalimantan Selatan dan sekitarnya. Setelah berdiskusi kurang lebih satu jam kami bergegas ke Bandar Udara Syamsudin Noor, karena waktu menunjukan pukul 14.00. Rencananya pesawat yang kami akan tumpangi  take off pada pukul 15.45 menuju Balikpapan. Akhirnya baru pukul  5 sore lewat kami dapat panggilan untuk masuk pesawat. Lega…

Perjalanan kami dari Balikpapan menuju Samarinda harus lewat darat. Menurut sopir yang membawa kami berdua perjalanan darat ini kurang lebih menempuh 3 jam. Melelahkan memang. Tapi niat dan tekad kuat mampu memberi kekuatan untuk terus semangat melakukan perjalanan. Menjelang masuk bukit Soeharto kami mengisi perut di warung Sumedang. Susu hangat dan kopi menemani menu sob buntut. Menjelang pukul 11.30 kami sudah sampai di hotel  tempat kami menginap. Lokasi hotel sangat strategis di tengah kota dekat masjid Jami’ al Ma’ruf Samarinda.

Awalnya rencana di Yayasan Bunga Bangsa hanya 1-2 jam saja, berkat kebaikan dari tuan rumah baru berakhir pukul 13.45. Bukan hanya kami diterima untuk bekerja sama  dalam tempat tes calon mahasiswa baru STKIP Al Hikmah tapi juga menerima lulusan STKIP Al Hikmah dapat mengajar di SMP s.d. SMA Samarinda. Pertemuan dengan Ketua Yayasan Bunga Bangsa ini baru berakhir menjelang pukul 14.00.

Arah menuju Tenggarong kami bertiga susuri  untuk melihat dari dekat perwakilan mahasiswa STKIP Al Hikmah yang ikut Kembaranas. Perjalanan menjenguk mahasiswa  ditempuh dalam 4 jam PP dari Samarinda.  Syukur Alhamdulillah mereka bertiga sehat-sehat saja mengikuti semua kegiatan. Kami kembali ke Samarinda pukul 20.00. Kemudian kami berlanjut menuju Balikpapan agar pagi hari dapat mencari satu sekolah lagi untuk diajak kerja sama menjadi tempat tes. Kami menunggu beberapa saat akhirnya  dapat informasi sekolah yang dapat diajak bekerja sama untuk pencarian mahasiswa baru.

Kegiatan kami berdua berakhir setelah pukul 14.00. Meskipun waktu pesawat take off masih lama- pukul 18.45- kami tetap check out dari hotel menuju Bandara Setinggan di Balikpapan. 

Waktunya habis.
Kembarannas yang diikuti  mahasiswa seluruh Indonesia ini , merupakan investasi  yang lebih baik dibandingkan dengan kegiatan Pramuka  dan lainnya. Jadi “tour de Samarinda” merupakan akhir rangkaian perjalanan karier di DGSD S!+. Kami berharap  kedatangan kami  di Yayasan al Uswah tidak mengganggu kegiatan perkuliahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar