sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Selasa, 27 Oktober 2015

Guru Hebat(3)



Anak cerdas menjadi keinginan semua orang baik orangtua, guru dan masyarakat pada umumnya. Sebenarnya cerdas seperti apakah yang kehendaki mereka? Tentu belum kami survey satu persatu untuk diambil benang merahnya. Yang pasti deskripsi cerdas tentu ada persamaan dan ada perbedaan dari mereka. Sebagaimana kami pernah survey deskripsi dari “GURU PEJUANG” memiliki persamaan dan perbedaan juga. Ya tentu wajar semua responden sangat dipengaruhi berbagai aspek yang dari pengalaman hidupnya. Tetap saja cerdas harus ada deskripsi yang jelas yang menjadi pijakan sekolah. Disinilah kami ingin mencoba berbagi dan berasumsi semoga menjadi inspirasi bagi para guru yang membaca tulisan ini.


Guru memberi soal ulangan sebanyak 50 butir pertanyaan. Ada anak yang mampu menjawab soal benar sebanyak 48 butir soal, berarti ia anak pintar. Pada kesempatan lain ia mampu menjawab soal benar 40 dari 40 butir soal, berarti sangat pintar. Ia juga sering mendapat nilai seratus berarti ia anak cerdas. Jadi anak cerdas adalah anak yang pandai menjawab soal dengan benar, sering mendapat nilai 100.

Guru sering memotivasi anak-anak untuk mandiri dan selalu berbuat baik pada orang lain. Ada anak yang dalam kesehariannya kelihatan tidak pernah jajan. Sering dijadikan kalah-kalahan dalam urusan mengerjakan sesuatu-pekerjaan diserahkan padanya. Kayak babu saja! Mungkin demikian kalau orang lain melihat. Tapi anehnya ketika ia ditanya mengapa kamu mau disuruh-suruh temanmu kayak pembantu saja? Iya malah menjawab “apakah salah kalau berbuat baik pada orang lain? Banyak teman-temannya iba padanya karena tidak pernah jajan. Bukan karena ia anak yatim piatu yang pernah hidup di panti asuhan. Seperti perkiraan banyak orang. Bukan. Jajan yang diberikan teman-teman ia tolak dengan menjawab janganlah iba kepadaku karena tidak jajan. Tapi aku lebih mementingkan kebutuhan sekolah dari pada jajan! Duenk?

Ada seorang tamu yang datang ke rumah seorang anak SD, lalu ia bertanya kepadanya bahwa apakah anak SD tersebut dapat menjelaskan tentang sebuah pulau terpencil dan terluar yang ada di Indonesia. Yang dinamai Pulau Rote? Iya menjawab tidak tahu. Namun, tunggu  sebentar katanya! Lalu dia masuk kamar mencari informasi di PC yang sudah tersambung dengan internet. Kemudian ia keluar dan menjelaskan pertanyaan yang ditanyakan kepadanya dengan jelas dan tepat.

Dari contoh-contoh diatas anak cerdas dapat dipilih deskripsi yang mana yang dimaksudkannya. Yang penting setelah ditetapkan diperjuangkan untuk dilahirkan anak-anak cerdas seperti yang diinginkannya. Berikut beberapa ciri khas yang dapat dikategorikan “cerdas”:

  • Mampu menjawab pertanyaan dengan tepat.
  • Mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.
  • Mau bekerja keras melipatgandakan kemampuan.
  • Memiliki keterampilan dan kemampuan beradaptasi(pembelajar).
  • Memiliki karakter dan kepribadian yang baik.

Kelima ciri khas di atas semoga menjadi semangat para guru untuk melahirkan anak-anak cerdas. Cerdas akal dan cerdas hati untuk ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi generasi yang demikianlah yang menjadi didikan guru hebat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar