sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Rabu, 29 Juli 2015

Kembali Bersekolah Lagi



Liburan Idul Fitri telah usai. Jalan-jalan kembali padat. Anak-anak sekolah sudah mulai masuk. Masa orientasi sekolah (MOS) di berbagai tingkatan sekolah telah dilakukan dan sekarang masuk hari ke-3. Sungguh awal-awal sekolah yang sangat menyibukan baik bagi murid-murid maupun orangtua.  Murid-murid berdebar-debar di hari pertamanya. Apa saja yang akan dihadapi di kelas baru dan atau jenjang baru. Perlakuan seperti apa yang diberikan oleh para senior. Menjadikan produktif atau sebaliknya kontraproduktif. Demikian juga para orangtua harap-harap cemas di awal sekolah. Bukan hanya memenuhi kelengkapan sekolah saja tapi juga apakah anak-anaknya mampu beradaptasi dengan kelas dan atau jenjang sekolah baru?
Dari pengalaman beberapa tahun tentang MOS atau kegiatan awal sekolah perlu perbaikan orientasi dan definisi untuk apa kegiatan itu diselenggarakan? Mustinya dengan kegiatan MOS tersebut murid-murid memiliki gambaran tentang apa saja yang akan dihadapi selama mengikuti pendidikan di sekolah tersebut. Kemudian perilaku, sikap dan usaha apa saja yang diperlukan untuk meraih kesuksesan dalam menempuh pendidikan. Makanya beberapa sekolah yang menyelenggarakan kegiatan MOS mengaitkan dengan pengenalan lingkungan, sosialisasi tata tertib & kedisiplinan, pembekalan budaya sekolah dan lainnya sesuai kebutuhan sekolah tersebut. Jadi murid baru harusnya pasca MOS memiliki kesiapan beradaptasi di lingkungan baru dan mampu berprestasi tempat yang baru tersebut.


MOS bukanlah kegiatan perpeloncoan yang hanya mendatangkan lucu-lucuan dan korban senior atas yunior. Semoga kegiatan semacam ini  sudah ditinggalkan. Tobat! Karena lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Akibat salah orientasi dan definisi bahwa MOS adalah ajang balas dendam(perpeloncoan) senior ke yunior agar si yunior tidak macam-macam. Untuk itu pimpinan sekolah dan segenap jajaran terutama bagian kesiswaan harus memahami dan mampu mensosialisasikan ke senior tentang tujuan MOS tersebut.
Lalu bagaimana seharusnya MOS yang mampu membantu para murid beradaptasi dengan lingkungan baru dan mampu berprestasi?

Pengenalan lingkungan baru
Fasilitas sekolah
Bagaimana tata tertib penggunaan dan pemanfaatan fasilitas sekolah bagi pendidikan murid-murid?
Contoh: perpustakaan, kantin, laboratorium, masjid/mushola, UKS, tempat olah raga dan lainnya
Budaya sekolah
Bagaimana perilaku dan sikap yang harus dipahami dan dijalani di lingkungan sekolah?
Bagaimana berinteraksi atau bersosialisasi antar murid, guru, dan Kepala sekolah(warga sekolah)?
Contoh:dalam kelas(ruang), kantor, masjid dan di luar ruang

Upaya berprestasi
Membangun Sikap belajar
Memiliki rasa ingin tahu – suka bertanya
Tahan uji menghadapi rintangan/kesulitan – pantang menyerah
Belajar tanpa disuruh – suka belajar
Suka membaca dan berlatih – sungguh-sungguh
Selalu berharap pada Allah SWT – berdo’a
Membangun Budaya belajar
Bagaimana murid memiliki kebiasaan membaca yang tinggi dalam kehidupannya. - Gemar membaca
Bagaimana murid memperoleh informasi mampu dituangkan dalam bentuk tulisan - Gemar menulis
Bagaimana murid yang sudah memiliki budaya belajar yang baik mau berbagi - Gemar membagi ilmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar