sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Jumat, 24 Juli 2015

Indonesia Cerdas



Negeri ini sungguh banyak memiliki potensi yang tidak semua negara punya. Mulai potensi alam yang terkandung di dalamnya. Keragaman budaya dari berbagai suku yang ada dari sabang sampai Meraoke. Dan jumlah populasi terbesar nomer 4 di dunia. Maka Indonesia menjadi pangsa pasar yang bagus dari negara-negara seluruh dunia. Baik bidang ekonomi maupun bidang sosial budaya yang dapat menghasilkan devisa bagi negaranya. Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah sudah siapkah negeri ini untuk  bersaing? Sementara pasar bebas sudah segera akan berlaku di akhir tahun ini. Bukankah negara ini tidak ingin menjadi penonton? Yang selamanya menjadi obyek yang terus diperah potensi alam dan kekayaan lainnya. Tentu sebagai warga negara yang cinta pada bangsa ini tidak membiarkan itu terjadi. Dan sebagai negara yang merdeka dan berdaulat haruslah sama-sama berdiri sama tinggi dengan negara lain di dunia.


Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang mampu mengelola karunia-Nya dengan sebaik-baik manfaat. Manfaat untuk kehidupan dunia maupun kehidupan akherat. Apa saja yang menjadi syarat Indonesia menjadi bangsa yang cerdas?
Pendidikan yang mencerdaskan
Pendidikan janganlah dipandang sebelah mata. Wajib belajar adalah wajib dituntaskan oleh pemerintah apapun kondisinya. Program ini adalah program strategis menjaga kelangsungan generasi. Wajib bukan hanya bebas tidak membayar tapi kualitas menjadi harga mati. Berjuta, bermilyar dan bertrilyun tidaklah ada guna bila semua tidak saling bahu membahu memperbaiki mutu. Mutu seluruh sekolah yang ada di negeri ini tanpa kecuali. Orang berpendidikan akan menghasilkan warga yang berpendidikan. Warga yang berpendidikan menyumbang kemajuan bangsa. Kemajuan bangsa akan mengubah nasib bangsa. Nasib bangsa insya’allah akan menjadi lebih cerah karena strata kualitas bangsa naik. Indonesia negara maju! Oleh karena itu, bagaimana pendidikan yang mencerdaskan?
Pendidikan yang mencerdaskan menurut kami setidaknya harus memiliki 2 tekad kuat yaitu to change and to lift the dignity of our nation.
To change!
Sudah menjadikan berkualitaskah kita dengan pendidikan yang didapat?
Apakah cara pandang, sikap dan perilaku kita setidaknya sepadan dengan tingkat pendidikan?
Benarkah pendidikan sudah mengubah kebodohan menjadi kecerdasan? Kecerdasan intelegensi, kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual?
Mampukah pendidikan mengubah hegemoni diri menjadi pribadi yang bermanfaat dan berbagi?
Sudahkah pendidikan mampu mengangkat martabat bangsa?
Fakta yang harus terwujud? Paham, ada aksi, dan bijaksana dalam bertindak.
Waktu belajar untuk belajar. Adakah waktu untuk belajar? Mampukah belajar mendorong untuk produktif? Ini juga mengandung maksud waktu kerja ya untuk kerja. Oleh karena itu, waktu belajar & bekerja lebih banyak lebih baik.
To lift!
Budi pekerti yang menghentak dunia. Keluhuran budi sebagai bangsa seperti keramahan, gotong royong, saling menghormati, peduli dan berbagi adalah profil bangsa yang sudah dikenal. Bagaimana pemerintah, tokoh masyarakat, dan rakyat mempertahankan? Atau mengemas menjadi model sebuah bangsa besar yang beraneka ragam dalam satu Indonesia. Bhineka Tunggal Ika.
Perjuangan yang tak pernah padam. Boleh saja zaman sudah merdeka. Penjajah sudah hengkang dari ibu pertiwi. Tapi bukan berarti perjuangan herhenti. Tidak. Bangsa yang terbesar dengan penduduknya muslim harus mampu mengubah peta dan kiblat dunia. Islam membangun kedamaian dunia dan produktifitas meraih dunia dan akherat. Bukan permusuhan dan kerusakan bangsa dan negara.
Kepemimpinan yang menguncang dunia. Memang belum tuntas perjuangan presiden pertama Soekarno menguncang dunia. Namun generasi penerusnya seharusnya sadar akan kepemimpinan yang kuat dan dicintai rakyat menjadi jalan masyarakat dunia respek, hormat dan angkat topi pada negara kita. Dan saat ini menjadi PR dari partai-partai politik, karena gagal membangun kepemimpinan nasional. Kepemimpinan nasional yang tahu benar Indonesia dari sabang sampai meraoke dan hebat dalam memimpin dalam keragaman.
Keadilan & kemakmuran milik rakyat Indonesia. Cita-cita dan perjuangan dari segenap pemimpin dan pemangku kepentingan harus untuk rakyat. Jadi tekad demikianlah yang musti ada dan terus ada. Bukan seperti terjadi hari-hari ini keadilan tidak berlaku untuk yang lemah lagi miskin. Dan kemakmuran dinikmati hanya pada golongan tertentu dan strata tertentu. Ini semua harus ditinggalkan berubah menjadi keadilan dan kemakmuran untuk semua rakyat Indonesia.
“Mari Membangun Indonesia Cerdas!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar