sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Jumat, 24 Juli 2015

Damai(1)



Hidup damai adalah harapan semua orang. Aktivitas dan hubungan sosial lainnya tentu akan berjalan lebih lancar dan aman. Tidak ada prasangka dan curiga yang muncul. Tapi kebersamaan dan kesepahaman yang lebih diutamakan. Saling menghormati dan menyayangi bagian yang harus diyakini dan ditindaklanjuti oleh semua orang. Memaksakan kehendak bukanlah hak kita. Dus, Allah pun yang memiliki hak saja tidak memaksa hamba-Nya untuk beriman. Tapi kalau menyampaikan kebenaran harus! Ke siapa saja. Diterima atau menolak kembali pada masing-masing yang memutuskan. Dan pada akhirnya Allahlah Yang Maha Adil dan Bijaksana akan memutuskan mana yang paling benar. Saya percaya bahwa masing-masing agama meyakini bahwa agamanyalah yang paling benar. Dan menurut saya sih memang harus. Mengapa? Karena untuk apa melakukan ibadah dengan taat dan berkorban dengan banyak harta pada agama yang tidak diyakini kebenarannya?


Saya lahir di bumi Indonesia dengan beragam agama dan budaya lainnya tanpa mengajukan proposal kepada Allah. Dan kebetulan saya lahir dari keturunan nenek moyang saya beragama Islam. Saya belajar Islam hingga saat ini. Saya yakin Islam satu-satunya agama yang diridloi-Nya(QS.2.85)

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”
Namun, saya harus memahami realita yang ada di bumi pertiwi. Keragaman agama dan keyakinan. Dalam Islam ada perbedaan. Dalam agama Kristen juga demikian. Dan tentu agama-agama lainnya. Belum lagi tentang kepercayaan yang katanya agama walaupun sebenarnya bukan. Rasulullah sudah menyampaikan bahwa agama-agama akan terpecah-pecah.

“yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”QS.ar-Rum(30).32

Yahudi menjadi 71 golongan, Nasrani 72 golongan semua masuk neraka. Islam pecah menjadi 73 golongan hanya 1 golongan yang masuk surga. Lalu siapa satu golongan itu? Ada penjelasan dalam hadis adalah “al jamaah” atau golongan yang mengikuti sunah nabi dan para sahabat. Ini tidak boleh mengklaim bahwa kelompoknyalah yang masuk surga karena kelompoknya diberi nama “aljamaah”. Atau “ahlushunnah waljamaah” tentu tidak bisa. Nanti namanya saja yang masuk surga. Memperhatikan hadis yang lain Rasulullah menjelaskan bahwa Beliau mewariskan 2 pusaka yang siapa berpegang atas keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu alQur’an dan al-Hadits. Bukankah semua mengatakan bahwa mereka  berpegang pada alQur’an dan al-Hadits? Disinilah yang harus memiliki wawasan, sikap dan tindakan yang disarankan Allah dan Rasulnya. Bagaimana itu?

1.Yakin dan Berpegang pada alQur’an & alHadist
Kebenaran yang tidak terbantahkan yang utama adalah alQur’an.QS.2.2  Jika ada seseorang, kelompok atau golongan mengatakan dan meyakini bahwa alQur’an bukan kebenaran selesailah sudah. Kafirlah mereka. Namun, bila mereka beriman maka harus mengamalkan dengan menyeluruh(kaffah) dengan sepenuh jiwa raga tanpa ada penolakan sedikitpun. Dalam memahami ayat-ayat suci alQur’an hendaknya mencari jalan yang lebih dekat seperti yang Allah maksudkan. Ini jalan yang lebih aman dan jauh dari campur tangan pikiran dan nafsu manusia. Bagaimana mungkin? Ya bisa melalui ayat Qur’an dengan ayat Qur’an atau ayat Qur’an dengan alHadits(yang tsiqab). Biasa orang menyebut tafsir bima’tsur. Sementara tafsir yang dihubungkan dengan ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu lain itu hikmahnya saja. Dan bukan menjadi hujah atau dasar kebenaran. Tetap Allah yang paling Tahu.
Kebenaran berikutnya yang harus dipegangi adalah alHadits. Untuk hadits memang harus berusaha mencari hadits-hadits yang shahih dan derajat baik saja agar lebih selamat. Karena dalam hadits banyak disusupi hadits-hadits palsu oleh orang-orang yang mempunyai keinginan duniawi(hawa nafsu). Mereka yang membuat hadits palsu ingin menghancurkan islam dari dalam. Ini termasuk golongan munafik. Untuk hadits memang tidak dijaga oleh Allah sebagaimana alQur’an. alHijr(15).9
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”
Meskipun sudah melakukan upaya sedemikian rupa-berdasarkan pengalaman saya-tetap saja masih ada perbedaan. Ini karena perbedaan keluasan ilmu, berpegang madzab/beda madzab, dan beda guru, ustadz ataupun kyai. Saran: bersikap terbuka dan bijaksana kalau apa yang dipegangi memang kurang kuat-sesuai sunah nabi-ya sebaiknya taslim, menerima dan berpegang pada yang lebih kuat. Tapi pertanyaannya apa mau?

2.Mengaji dengan sungguh-sungguh
Karena ini persoalan kebenaran dan persoalan surga neraka maka haruslah dikaji. Tidak akan paham sebuah ilmu tanpa dikaji dan dipelajari. Tentu yang lebih baik dengan guru. Yaitu melalui Guru/ustadz/kyai yang  ikhlas menyampaikan kebenaran sajalah yang dicari. Sebagaimana penjelasan di atas.
Kesungguhan dalam beragama adalah penting baik dalam pemahaman maupun dalam pengamalan.
Menjauhi orang yang main-main dalam beragama
“Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri...”QS.al-An’aam(6).70
Sungguh-sungguh dalam urusan akherat
“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.”QS.al-Isra’(17).19
Sungguh-sungguh beramal sholeh
“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),”QS.Thaha(20).75

3.Taat kepada Allah dan Rasul
Orang yang beriman menjadikan Allah dan rasul paling ditaati dibandingkan yang lain. Apa saja yang diperintahkan untuk dilakukan haruslah dilakukan. Dan apa saja yang dilarang haruslah dijauhkan dan ditinggalkan.
Mendahulukan hukum Allah & Rasul
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”QS.al-Hujurat(49).1
Allah dan Rasul yang ditaati
“... dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.”QS.al-Anfal(8).1

4.Menyeru dan Bersikap yang benar
Umat Islam mempunyai kewajiban menyeru/mengajak seluruh manusia kedalam Islam. Tata cara menyeru dan mengajak bahkan mendebat tetap dengan cara yang baik. Bukan paksaan.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”QS.an-Nahl(16).125
Mendebat dengan cara baik
“Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam." Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”QS.al-Imron(2).20

5.Bersikap dan bertindak yang baik
Dalam menghadapi perbedaan dalam Islam memberi tuntunan supaya kembali kepada Allah.
Kembali Mentaati Allah
“Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.”QS.adz-Dzariyat(51).50
Allah memberi keputusan yang diperselisihkan
“Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.”QS.asy-Syura(42).10
Keputusan Allah atas perbedaan agama
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.”QS.al-Haj(22).17
Sikap yang diambil pada akhirnya
“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil."QS.al-Qashash(28).55
+++
“Islam dapat berarti DAMAI atau PASRAH”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar