sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Minggu, 20 Desember 2015

Sudah Tahu Koq Tetap Tidak Berubah?



Ada kaidah yang banyak orang sudah sama-sama tahu, namun tidak serta merta orang pun mau melakukan.
1.Kalau ingin pandai & berakhlak budi belajarlah dan praktekan dengan sungguh-sungguh.
2.Orang akan dibukakan oleh Allah SWT pintu rezekinya dengan doa dan berusaha keras.
3.Ingin masuk surga beribadah kepada Allah dan janganlah menyekutukan-Nya.

Kaidah di atas dipercaya sangat baik untuk menjadikan manusia senang, bahkan hidup bahagia dunia dan akherat. Untuk membuktikannya coba dijawab pertanyaan di bawah ini:

  • Saat pengumuman kelulusan sekolah Anda dinyatakan sebagai juara siswa teladan. Bagaimana perasaan dan respon Anda mendengarnya?
  • Suatu hari Anda didatangi seseorang yang order barang dengan jumlah yang besar. Bagaimana perasaan Anda sebagai pedagang yang barangnya laku banyak?
  • Saat Anda sehat tidak pernah ibadah kepada-Nya, kemudian Anda jatuh sakit dengan taruhan mati. Apa yang Anda lakukan bila masih diberikan kesempatan hidup beberapa saat sebelum mati?

Perasaan senang ketika mendapat penghargaan menjadi juara sungguh membanggakan. Hanya jalan menuju titik ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Seimbangkah atau pantaskah keinginan menjadi juara tanpa diiringi dengan kerja keras? Sudahkah hari-harinya dihiasi dengan belajar-belajar dan belajar? Mungkinkah keyakinan-menjadi pandai/juara- berhenti pada percaya saja tanpa diwujudkan?

Mendapat rezeki melimpah akan melambungkan kegembiraan yang sangat. Namun rasa gembira ini haruslah dibayar dengan doa dan kerja keras tanpa kenal lelah. Karena, tanpanya akan sia-sia saja. Sulit terwujud. Kecuali dengan jalan curang, korupsi, mencuri, menipu, narkoba, jual diri dan cara-cara yang dilarang agama.

Hidup di akherat adalah akhir setelah dari kehidupan di dunia ini. Semua orang ingin hidup bahagia masuk surga. Namun hak Allah untuk diibadahi dan tidak sekutukan banyak dilanggar. Beribadah tidak mau. Malas-malasan. Orientasi hidup hanya dunia semata. Mungkinkah Allah memberi surga secara gratis kepada orang seperti ini? Benar bahwa orang yang sudah beribadah kepada-Nya tidak ada jaminan langsung masuk surga. Tapi bandingkan dengan nasib orang yang tidak beribadah & menyekutukan-Nya tidak ada sama sekali jaminan masuk surga!

Anda dan saya sama-sama mempunyai kesempatan untuk menjadi orang pandai, pintu rezeki terbuka lebar dan masuk surga. Waktu yang Allah berikan sungguh adil 24 jam sehari. Masing-masing diberikan potensi dan jalan menuju ke semua harapan itu. Namun, mampukah apa yang sudah kita semua tahu itu mengubah diri kita menjadi orang yang meraih ketiga kesempatan di atas. Sanggupkah kita semua berinvestasi sebelum meraih semua harapan itu?Kapan sejak saat ini!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar