sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Sabtu, 18 Oktober 2014

Kekerasan Pada Anak



Beberapa hari yang lalu kita dihebohkan dengan penganiayaan siswa SD Trisula Perwari terhadap temannya di Bukit Tinggi. Bahkan video penganiayaan tersebut sudah beredar di you tube. Banyak pihak yang menyesalkan kejadian itu terjadi. Konon, aparat dan instansi terkait sudah bertindak terhadap pelaku dan guru yang bertanggungjawab pada kegiatan saat itu. Pelajaran Agama.


Sebenarnya tindakan penganiayaan dan kekerasan di tanah air kita bukan hanya terjadi kali ini saja. Bukan pula hanya melibatkan anak-anak tapi sampai orang dewasa pun ini terjadi. Ketika kekerasan yang melibatkan anak sering muncul menunjukkan arah pendidikan di negeri ini telah melenceng. Banyak pihak yang memang berkontribusi terjadinya kekerasan yang melibatkan anak.  Berikut data pengaduan masalah ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Dari data Republika tanggal 15 Oktober 2014 di atas bahwa KPAI mencatat 369 pengaduan masalah kekerasan pada anak. Data ini diambil mulai 2011 sampai Agustus 2014. Menunjukan kekerasan yang terjadi di sekolah jumlahnya tertinggi. Sebenarnya masih banyak kejadian serupa yang tidak diketahui, ini merupakan fenomena gunung es(iceberg phenomena).

Definisi
Gold dan Petronio (dalam Sarwono, 1997) mendefinisikan tentang penyimpangan perilaku remaja dalam arti kenakalan remaja (juvenile delinquency), yaitu : Kenakalan anak adalah tindakan seseorang yang belum dewasa yang sengaja melanggar hukum dan yang diketahui oleh anak itu sendiri bahwa jika perbuatannya itu sempat diketahui oleh petugas hukum pelaku bisa dikenai hukuman.

Merril (dalam Gerungan, 2002) berpendapat bahwa: A child is classified as a delinquent when his antisocial tendencies appear to be so grave that he becomes or ought to become the subject of official action, yakni seorang anak akan digolongkan sebagai anak delinkuen jika tampak padanya kecenderungan-kecenderungan antisosial yang memuncak sehingga yang berwajib terpaksa mengambil tindakan atas perbuatannya, dalam arti menahan dan mengasingkannya.

Jadi kenakalan anak adalah tindakan melanggar hukum yang akhirnya akan berhadapan dengan aparat hukum. Contohnya: anak memalak temannya, mencuri milik orang lain, dan melakukan kekerasan/penganiayaan terhadap orang lain.

Pembentukan perilaku
Dalam ilmu neurobehavior usia 7-12 tahun merupakan periode emas dimana dasar sebuah perilaku manusia sedang terbentuk. Pembentukan perilaku ini sangat dipengaruhi oleh sekelompok otak yang diberi nama lobus frontalis dan parietalis(otak bagian depan & ubun-ubun). Dimana terdapat sistem memori yang mampu merekam perilaku.  Ketika sistem memori otak merekam perilaku yang baik maka baiklah ia dan demikian pula sebaliknya. Ingat firman-Nya:

 maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya”QS.asy-Syam(91).8

Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah potensi yang ada manusia ada 2 yaitu yang membangun dan yang merusak. Apakah kita semua baik orangtua, pendidik, dan masyarakat juga sudah membangun kearah positif? Bila sudah sampai dimana? Dan apabila belum segera lakukan tindakan untuk membangun perilaku! Bertobat sebelum Allah Swt. minta pertanggungjawaban nanti.

Saya sebagai guru yang berusaha semaksimal mungkin mengajari berperilaku baik di kelas maupun di luar kelas. Dan memberi contoh ucapan maupun tindakan baik. Itu masih saja ada anak berperilaku kurang baik seperti berkelahi atau memukul temannya.  Bila ini terjadi saya dan teman-teman guru jadikan media untuk mempererat persaudaraan antar teman. Saling menghormati dan menghargai.

Untuk itu sebaiknya kita para guru dan orangtua segera ambil posisi menyelamatkan generasi dengan tindakan nyata yaitu:
Orangtua

  1. Memberi  contoh perilaku yang baik(ucapan & tindakan)
  2. Membimbing perilaku negative anak-anak dengan berbagai cara salah satunya dialog
  3. Mengawasi atau memantau perilaku anak-anak di dalam dan di luar rumah
  4. Mendoakan setiap saat anak-anak menjadi anak sholeh
  5. Melakukan sholat malam minta kekuatan Allah melunakan hati anak agar cenderung kearah kebaikan

Guru

  1. Memberi  contoh perilaku yang baik(ucapan & tindakan)
  2. Membimbing dengan sabar anak-anak di kelas & di luar kelas
  3. Memantau untuk memastikan berperilaku baik
  4. Mendoakan setiap saat anak-anak menjadi anak sholeh

Semoga dengan upaya orang-orang terdekat, orangtua dan guru anak-anak akan memiliki imunitas yang tinggi dari berbagai godaan. Godaan yang banyak merusak jiwa dan mental anak seperti tayangan kekerasan di tv dan internet/media sosial.
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." QS.Kahfi(18).46 
 "Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh." QS.Ash.Shaffat(37).100

Tidak ada komentar:

Posting Komentar