sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Senin, 27 Oktober 2014

Budaya Organisasi(2)


Organisasi atau perusahaan yang maju  berkat budaya organisasi. Sebab komunitas yang berada dibawah perusahaan tersebut percaya pada apa yang diyakini dan dijalani. Dimulai dari visi dan misi, merupakan ruh yang menjadi keberadaannya di organisasi atau perusahaan tersebut. Bila keberadaannya tidak mendukung pada visi dan misi, lalu untuk apa mereka ada di sini. Mengingat konsekuensi dari visi dan misi sangat besar. Bahkan harus “rela mengalah” meski kepentingan pribadi sekalipun. Setidaknya ada sedikit pengorbanan dalam penyesuaian dengan visi institusinya.

read more...
Sebagai contoh organisasi yang memiliki visi “menjadikan lulusannya unggul dalam Imtak dan Iptek”. Dan misinya menjadi lembaga yang teladan dalam pengembangan Imtak dan Iptek. Dalam buku berjudul “Budaya Organisasi” karya Prof.Dr.Wibowo,SE.M.Phil mengutip pendapat Stephen.P.Robbins(2003:531) bahwa pembentukan budaya organisasi melalui 3 cara yaitu:
  1. Pendiri merekrut karyawan/pegawainya yang sama berpikir dan merasakan dalam melakukan;
  2. Mengindoktrinasi dan mensosialisasikan kepada karyawan/pegawai cara berpikir dan merasakan sesuatu;
  3. Terakhir, perilaku pendiri bertindak model menjadi pendorong karyawan/pegawai mengidentifikasi untuk diinternalisasi dalam keyakinan, nilai dan asumsi.
Ketika organisasi ini berhasil, maka visi pendiri terlihat sebagai determinan utama keberhasilan.

Ada urutan proses sosialisasi yang menjadi perhatian dalam buku tersebut adalah:
  • The prearrival stage yaitu periode pembelajaran yang terjadi ketika para pegawai belum bergabung dalam organisasi tersebut;
  • The encounter stage yaitu proses sosialisasi dimana para pegawai  baru melihat apa yang diinginkan organisasi dan menghadapi kemungkinan bahwa antara harapan dan realitas yang berbeda;
  • The metamorphosis stage yaitu suatu tahapan sosialisasi dimana pegawai baru berubah dan melakukan penyesuaian dengan pekerjaan, kelompok kerja dan organisasi.
Beberapa cara dalam penyebaran budaya organisasi yaitu melalui simbol, slogan, cerita, jargon, upacara, dan pernyataan tertulis seperti kode etik.

Kembali kepada visi dan misi organisasi haruslah diperjuangkan. Nilai-nilai yang telah diinternalisasikan menjadi perilaku dari segenap pegawai. Keberhasilan pendiri mendorong pegawai menjadi model sebagaimana dirinya akan mendekatkan pada keberhasilan organisasi meraih visi dan misi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar