sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Minggu, 05 Agustus 2012

Menjaga

Kesehatan

Tubuh Dan Ruhani


      

Banyak faktor yang dapat menyebabkan penyakit, namun saya memiliki sedikit saran untuk mengatasinya. Orang modern mengalami semua jenis penyakit. Padahal masa-masa kecil saya tidak sebanyak saat ini. Dunia berubah! Berubah baik atau buruk? Ya kita semua sama-sama bisa merasakan. Sebagian diakibatkan karena fisiologis, psikologis, dan bahkan disebabkan faktor lingkungan. Tak peduli seberapa ahli seorang dokter dan seberapa banyak penyakit yang telah disembuhkan, dia selalu mendapatkan pasien yang tampaknya menderita penyakit misterius, penyakit yang tidak dapat didiagnosa dokter. Ini namanya Allah menguji dibalik penyakit tersebut.  Hikmahnya manusia tidak boleh sombong, karena ada Dzat yang lebih Kuasa dan lebih Tahu.


Lalu bagaimana? Apa menyerah begitu saja, tentu tidak! Dalam situasi semacam itu, seorang dokter akan merasa seperti berada di sebuah gunung berkabut. Tetapi harus tetap ikhtiar mencari cara bagaimana mengatasinya. Ambil contoh yang dilakukan seorang dokter pengobatan ini, meski berulang kali memeriksa meridian pasien, menerapkan akupunktur, mengganti resep, dan mencoba berbagai macam metode, kesehatan pasien masih ada kemungkinan tidak membaik atau bahkan memburuk setelah beberapa hari dan minggu. Takdir memang bukan berada pada sang dokter, tapi usaha untuk pasien sembuh berada pada dokter.

Dihadapkan pada pasien semacam itu, dokter terus bertanya-tanya, apa lagi yang dapat dia lakukan. Dia merasa tak berdaya dan mengharapkan resep lain yang dapat dicoba. Menghadapi situasi semacam itu, dokter menyadari bahwa pengalaman, pengetahuan, dan seluruh masa hidupnya untuk mengeksplorasi misteri tak terbatas dari alam dan kehidupan asal pada akhirnya menjadi tugas yang tidak dapat diselesaikan.
Kita bisa belajar dari puisi Tao berikut:
“Hanya ketika seseorang  mengalami masalah, dia baru menyadari sudah terlambat untuk belajar Tao. Hanya ketika seseorang jatuh sakit, dia menyesal tidak menjaga kesehatan dengan baik.” Ini adalah dua baris puisi yang ditulis Lu You (1125 - 1210 M), seorang penyair ternama dari Dinasti Song.

Ternyata  masyarakat Tiongkok kuno mempunyai pengalaman  tentang metode berbeda yang digunakan dalam menjaga kesehatannya. Menurut buku teks kuno, terdapat 3.600 kategori metode menjaga kesehatan di Sekolah Tao, yang masing-masing kategori berisi lebih dari 10 ribu metode khusus. Itulah mengapa masyarakat Tiongkok  kuno memiliki pengetahuan yang mendalam tentang bagaimana menjaga kesehatan dengan baik, sementara orang modern tidak mengetahui bahkan saat mengonsumsi suplemen nutrisi atau cara lain untuk menyeimbangkan fungsi organ mereka sendiri.

Mengapa dokter tidak bisa menemukan metode yang bermanfaat bagi setiap pasien pada tingkat mendasar dan memungkinkan setiap pasien agar mendapatkan kesehatan yang baik?

Ketika menyarankan menjaga kesehatan dengan baik, orang-orang saat ini  biasanya langsung berpikir alternative atau konsumsi suplemen nutrisi, minum obat herbal, atau berolahraga seperti mendaki, bersepeda dan sebagainya. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak mampu membeli ramuan-ramuan  dan tidak mempunyai waktu untuk berolahraga? Selain itu, sebagai manusia bukankah kita akan tetap sakit? Inilah namanya proses alami kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Menuju suatu titik yaitu akhir kehidupan.
Sebagai contoh, mari kita asumsikan usia tertua seseorang adalah 100 tahun. Bahkan jika seseorang cukup beruntung untuk hidup hingga usia 100 tahun, dia menghabiskan hampir setengah dari hidupnya sebagai anak atau sebagai orang tua. Kebanyakan orang,  lebih dari setengah waktu yang tersisa dihabiskan untuk tidur malam atau bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi. Lalu kapan saat ibadahnya untuk kesehatan ruhani?

Setelah dikurangi waktu yang menderita akibat sakit, menderita karena gejolak emosional, berjuang karena menghadapi bencana alam atau bencana akibat manusia, atau melalui berbagai macam penderitaan hidup lainnya, rata-rata orang mungkin hanya memiliki beberapa lusin hari dalam seluruh kehidupan dewasanya untuk merasa benar-benar santai, bahagia dan tidak membawa beban atau sakit apapun.

Sebagai orang beriman pada Pencipta langit dan bumi. Semua yang manusia lakukan di dunia ini akan dipertanggungjawabkan. Ingat  bahwa hidup mereka pendek dan tidak kekal. Mereka berusaha untuk tidak melanggar hukum dasar alam semesta, sunnatullah. Apa prinsip dasar mereka untuk menjaga kesehatan dengan baik? Berlaku seimbang, tidak berlebih-lebihan. Tetap menjaga akhlak/moralitas tinggi karena Ilahi. Jangan sampai fisik sakit mempengaruhi ruhani sakit. Yang paling berbahaya adalah ruhani yang sakit.

Jika dokter hanya mengobati pasiennya pada tingkat dangkal dengan merawat kepala ketika pasien mengatakan kepalanya sakit dan mengobati kaki ketika pasien mengatakan kakinya sakit, mereka tidak dapat mengobati penyakit hingga ke akarnya. Jika dokter tidak mengatakan pada pasiennya bahwa menetapkan moralitas tinggi adalah cara mendasar untuk mengobati penyakit seseorang, obat modern tidak akan pernah dapat mengejar ketinggalannya saat penyakit baru berkembang, dan dokter akan merasa tak berdaya ketika mereka tidak dapat berbuat banyak.

Konsep Islam dalam menjaga kesehatan ternyata selaras dengan  pepatah Tiongkok kuno mengatakan, “Menjaga moralitas seseorang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan seseorang.” Ini menunjukkan bahwa hanya ketika seseorang memegang prinsip moralitas tinggi dalam hatinya, dia bisa menjadi orang yang benar-benar tahu bagaimana menjaga kesehatannya dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar