sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Selasa, 14 Agustus 2012

Mengenal Emosi

Anak

Sering kali orang tua atau guru yang belum pernah memahami  tentang emosi, maka  mereka akan kesulitan membimbingnya. Terutama dalam pelayanan belajar anak. Ketidakmengenalan orang tua atau guru terhadap anak akan menimbulkan kesalahpahaman. Pada akhirnya anak menjadi frustasi dan atau bersikap destruktif pada lingkungan sekitar.

Ada seorang anak yang sebut saja namanya Ekky. Setiap hari sering mendapat marah dari gurunya karena selalu saja mengganggu temannya atau membuat gaduh. Apakah memukul temannya , atau menarik-narik meja kursi, atau juga melempar alat tulis. Sehingga anak yang terganggu teriak-teriak, menangis, dan mengeluh kepada gurunya. Sehingga banyak guru yang kurang senang mengajar di kelas ini.

Berikut beberapa keterampilan yang perlu dikembangkan oleh guru dan orang tua:

a.       Melalui gambar dalam buku-buku yang dipakai untuk menggali emosi anak. Seperti buku-buku cerita bergambar yang mengekspresikan emosi.
b.      Bermain karakter emosi.  Caranya dengan menuliskan berbagai karakter dengan gambar. Kemudian di letakkan dalam sebuah kotak atau tas. Beberapa anak ditunjuk untuk mengambil 1 karakter dan diperagakan di depan kelas. Anak yang lain menebaknya apakah sesuai atau tidak.
c.       Menyatakan apa yang dirasakan anak. Ketika anak dalam kondisi tertentu anak diminta untuk menyatakan sesuatu yang menggambarkan perasaannya seperti perasaan marah dan sedih.
d.      Bermain peran dengan murid. Ada 2 anak yang ditunjuk untuk memerankan suatu situasi sesuai ekspresi yang diminta dalam skenario. Kemudian ditunjuk 1-2 anak untuk  berbicara dan berkomentar  tentang bermain peran temannya.
e.      Berbicara dengan menunjukkan bahasa tubuh dan pesan yang disampaikan.
f.        Guru atau orang tua harus mengajarkan  bahasa tubuh sesuai  pesan yang disampaikan.
g.       Guru dan ortu mengajarkan emosi pertama dan cara mengenalinya yaitu marah. Emosi yang lainya seperti sedih, cemburu, terkejut dan malu.
h.      Mengajari murid bagaimana ber-empati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar