sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Senin, 09 Juli 2012

Antara Guru Bohong dan Murid Sombong


Adalah seakan-akan pembenar apa yang selama ini masyarakat anggap benar. "Mencari yang haram saja sulit lebih-lebih yang halal." Ini sering muncul dalam masyarakat ketika seseorang sudah berputus asa mencari nafkah dengan jalan yang benar. Tiada hasil seperti yang diharapkannya! Bila pernyataan itu dianggap sah juga maka bahaya pasti akan muncul. Setidaknya orang yang berkeyakinan seperti itu akan melakukan jalan pintas. Apakah pintas mengambil hak orang lain atau pintas berbisnis melanggar aturan hukum dan norma agama.

Beberapa hari yang lalu istri saya pergi keluar untuk membeli makanan. Kebetulan jatah untuk makan malam sudah habis.
“Ini… untuk makan malamnya mau beli apa?” tanya Istri  
“Mie aja, ya.” jawab anak ke-2
“Enakkan beli nasi goreng, Bu!”komentar anak ke-3
“Gimana, nich? Mie atau nasgor?    Nasgor saja ya,  untuk malam ini.” tegas Istri
Akhirnya istri saya beli nasi goreng  di depan pintu masuk kampung. Setelah selesai, dia langsung pulang tanpa mampir kemana-mana. Perut juga semua pada keroncongan minta untuk diisi segera. Ya memang belum rezeki, bungkus nasi dibuka dan disantap. Ee… ternyata daging ayam yang dicampur dengan nasi goreng berbau. Bau, memang tidak perlu diteruskan untuk makan, karena daging ayamnya bekas ayam kemarin. Terasa dan sangat terasa kalau dagingnya sudah tidak enak dimakan. Dibuang jalan keluarnya kalau tidak mau sakit perut .   Tidur dalam perut masih lapar!

Kemulyaan guru itu terletak pada jiwa berkorban dan penebar kebaikan. Tanpa pamrih lagi!  Sesuatu yang patut diajungi jempol, bahkan masuk “Pahlawan tanpa tanda jasa.” Sudah sepatutnyalah bila guru itu ditaati dan dihormati oleh murid-murid.

Kepribadian murid akan terpatri kuat dalam dirinya ketika mereka melihat contoh para guru. Tentu ini sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka. Dan contoh yang paling efektif melalui sikap dan tindakan guru. Baik yang positif maupun negatif. Sebagaimana disinyalir bahwa para guru bertindak tidak terpuji seperti saat pelaksanaan UN. Guru mulai berbohong. Tidak jujur, agar murid-muridnya mendapat nilai lebih baik. Anak jadi sombong. Bangga akan hasil UN yang bagus tapi tidak jujur!
 Semoga kita terhindar dari perbuatan yang tidak jujur.

Lihat pula dampak positif dan negatif di hrm-learningpower.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar