sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Selasa, 12 Januari 2016

Aturan Allah vs Kepuasan Nafsu Manusia



Rasulullah SAW sebagai panutan kaum beriman. Segala ucapan, perbuatan, sikap dan perintahnya menjadi rujukan untuk diamalkan.QS.3.31&32. Sehingga perbuatan yang diperintah Allah dan mencontoh Rasulullah akan digolongkan ibadah. Dan sebaliknya perbuatan yang melanggar perintah Allah dan bertentangan contoh Rasulullah akan sia-sia dan berdosa. Ada cerita teman yang menyebutkan akan “kekurangan” Rasulullah yang berkaitan dengan menikahi anak usia “dibawah umur”. Nabi yang paedofilia koq menjadi contoh umat! Bagaimana?Mungkin bagi orang-orang yang setengah beriman, tidak beriman dan atau membeci Islam hal itu biasa saja…, ya silakan saja! Karena ucapan seperti itu hanya keluar dari mulut orang-orang yang tidak beriman alias kafir.


Muhammad saw diangkat oleh Allah menjadi Nabi bukan kemauan Rasulullah. Ini sudah pilihan Allah tanpa campur tangan manusia. Manusia makhluk yang lemah, bodoh, suka mengeluh, tergesa-gesa, suka memperturutkan hawa nafsu  dan kelemahan lainnya. Tidak pantas menjadi contoh tauladan seluruh umat manusia kecuali Rasulullah. Abduhu wa rasuluhu. Kriteria manusia terbaik di alam semesta ini ya Rasulullah Muhammad SAW. QS.53.3-4



dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Berkaitan dengan urusan kelemahan manusia memperturutkan hawa nafsu ada sebuah kejadian sbb:
Pertama, saat sarapan pagi saya mendengar lantunan musik dari vcd warung makan. Kebetulan pembelinya cukup banyak dan antre menunggu giliran pesanan makanan. Saya sendiri asyik makan tanpa peduli berjubelnya pembeli. Yang membikin telinga dan hati tergelitik adalah ketika musik yang berputar dalam vcd tersebut tentang lagu yang… kira-kira syairnya lebih baik beli satenya dari pada memelihara kambingnya. Di awal saya kurang paham maksud syair itu…lama-lama baru donk! O..alah begitu …maksudnya.
Kedua, saat saya dulu naik bis(pernah saya ceritakan di sebuah majalahYDSF) ada seorang batita yang menangis hingga orangtuanya(tepatnya ibunya) kebingungan mendiamkan anak yang terus-trus merengek. Diberi makanan kecil tidak mau, diberi nyanyian anak-anak dari hp diam bosan merengek lagi. Baru diam lama sambil menikmati ‘enaq’nya lagu
Cinta satu malam

Oh indahnya
Cinta satu malam
Buatku melayang
Walau satu malam

Dari kedua kejadian di atas menunjukan bahwa manusia memiliki kecenderungan memperturutkan hawa nafsu saja. QS.12.53. Pilihan antara memilih sate atau cinta semalam dengan menikah secara sah menurut agama, maka ada saja sebagian manusia yang lebih memilih sate/cinta satu malam saja.

Saat ini orang rasa-rasanya sah-sah saja omong yang “meracuni” orang-orang yang sehat di media social atau media masa. Yang sungguh disayangkan kalau itu keluar dari mulut orang-orang yang mengaku beriman(Islam) padahal prakteknya jauh dari nilai-nilai keimanan kepada-Nya. Naudzubillah mindzalik.

Hanya orang-orang yang taat pada Allah dan Rasul-Nya saja yang menjadi hamba dirahmati. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang dirahmati dan terhindar dari memperturutkan kepuasan nafsu yang sebenarnya nafsu tidak akan pernah PUAS!
 

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar