sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label refleksi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2016

Tidak Pernah Puas!

Adalah hidup manusia ingin selalu diliputi rasa terpenuhi segala keinginannya. Baik yang lahir maupun batin. Pemenuhan keinginan manusia tersebut bisa melalui jalan yang lurus tapi berat tantangannya. Atau melalui jalan pintas cepat dapat meskipun melanggar norma agama atau hukum  Negara.  Seringkali keinginan yang begitu banyak dari manusia maunya tersalurkan semua tanpa peduli apakah itu baik ataupun buruk. Bila keinginan manusia didasarkan hawa nafsu maka seringkali cenderung pada hal-hal yang negative. Dua contoh kasus atau peristiwa berikut dapat menjadi renungan dan pelajaran tentang manusia Indonesia Apakah sudah tidak percaya pada Ketuhanan Yang Maha Esa?

Minggu, 20 Desember 2015

Sudah Tahu Koq Tetap Tidak Berubah?



Ada kaidah yang banyak orang sudah sama-sama tahu, namun tidak serta merta orang pun mau melakukan.
1.Kalau ingin pandai & berakhlak budi belajarlah dan praktekan dengan sungguh-sungguh.
2.Orang akan dibukakan oleh Allah SWT pintu rezekinya dengan doa dan berusaha keras.
3.Ingin masuk surga beribadah kepada Allah dan janganlah menyekutukan-Nya.

Kaidah di atas dipercaya sangat baik untuk menjadikan manusia senang, bahkan hidup bahagia dunia dan akherat. Untuk membuktikannya coba dijawab pertanyaan di bawah ini:

  • Saat pengumuman kelulusan sekolah Anda dinyatakan sebagai juara siswa teladan. Bagaimana perasaan dan respon Anda mendengarnya?
  • Suatu hari Anda didatangi seseorang yang order barang dengan jumlah yang besar. Bagaimana perasaan Anda sebagai pedagang yang barangnya laku banyak?
  • Saat Anda sehat tidak pernah ibadah kepada-Nya, kemudian Anda jatuh sakit dengan taruhan mati. Apa yang Anda lakukan bila masih diberikan kesempatan hidup beberapa saat sebelum mati?

Perasaan senang ketika mendapat penghargaan menjadi juara sungguh membanggakan. Hanya jalan menuju titik ini tidaklah mudah untuk dilakukan. Seimbangkah atau pantaskah keinginan menjadi juara tanpa diiringi dengan kerja keras? Sudahkah hari-harinya dihiasi dengan belajar-belajar dan belajar? Mungkinkah keyakinan-menjadi pandai/juara- berhenti pada percaya saja tanpa diwujudkan?

Mendapat rezeki melimpah akan melambungkan kegembiraan yang sangat. Namun rasa gembira ini haruslah dibayar dengan doa dan kerja keras tanpa kenal lelah. Karena, tanpanya akan sia-sia saja. Sulit terwujud. Kecuali dengan jalan curang, korupsi, mencuri, menipu, narkoba, jual diri dan cara-cara yang dilarang agama.

Hidup di akherat adalah akhir setelah dari kehidupan di dunia ini. Semua orang ingin hidup bahagia masuk surga. Namun hak Allah untuk diibadahi dan tidak sekutukan banyak dilanggar. Beribadah tidak mau. Malas-malasan. Orientasi hidup hanya dunia semata. Mungkinkah Allah memberi surga secara gratis kepada orang seperti ini? Benar bahwa orang yang sudah beribadah kepada-Nya tidak ada jaminan langsung masuk surga. Tapi bandingkan dengan nasib orang yang tidak beribadah & menyekutukan-Nya tidak ada sama sekali jaminan masuk surga!

Anda dan saya sama-sama mempunyai kesempatan untuk menjadi orang pandai, pintu rezeki terbuka lebar dan masuk surga. Waktu yang Allah berikan sungguh adil 24 jam sehari. Masing-masing diberikan potensi dan jalan menuju ke semua harapan itu. Namun, mampukah apa yang sudah kita semua tahu itu mengubah diri kita menjadi orang yang meraih ketiga kesempatan di atas. Sanggupkah kita semua berinvestasi sebelum meraih semua harapan itu?Kapan sejak saat ini!

Senin, 23 November 2015

Untukmu Guru



Guru…
Engkau yang membuka lembaran hidupku
Belajar membaca dan menulis keterampilan SD kelas Satu
Berhitung juga termasuk, maka kau sebut CALISTUNG
Agar hidupku lebih beruntung
  
Guruku…
Saat kesulitan engkau selalu membantu
Tanpa merasa lelah dan berharap sesuatu
Hanya ada harapan yang selalu menggebu-nggebu
Apapun kesulitan yang kuhadapi aku tetap mampu

Guru…
Dengan berjalannya waktu usia sudah tidak seperti dulu
Murid-muridmu bekerja dan berkiprah tiada yang tahu
Mungkin jadi sopir angkot, pejabat, konglomerat atau apa pun itu
Semua muridmu kan berucap TERIMA KASIH GURU ku…

Selamat Hari Guru….
hrm 2015

Sabtu, 26 September 2015

Gerakan Mengajar



Lima tahun terakhir ini sangat marak gerakan mengajar. Ambillah contoh Indonesia Mengajar yang komandani Mendiknas saat ini Bapak Anies Baswedan. Kemudian ada juga komunitas yang menamakan diri 1000Guru yang tujuannya memberi motivasi kepada anak-anak sekolah sambil berkunjung ke daerah wisata. Ada yang lain para eksekutif membantu mengajar memberi mimpi anak-anak di sekolah-sekolah. Sungguh gerakan yang menginspirasi tumbuhnya mengajar yang baik.

Kamis, 24 September 2015

Wisuda



Tepat tanggal 19 September 2015 lalu menjadi hari istimewa buat anak sulung saya, tentu termasuk saya dan istri. Kenapa demikian? Proses panjang sebelum menuju titik ini betul-betul berliku-liku. Jatuh bangun, sakit hati, tetesan air mata dan korban perasaan menjadi orang tidak punya. Menjadi orang tidak berdaya! Dimulai saat kegalauan saya diketahui kolega kerja saya di kantor. Saya katakan ada 2 PR besar yang harus saya selesaikan ke depan.

Senin, 17 Agustus 2015

Usia 70 Tahun Indonesia Merdeka



Orang yang berusia 70-an tahun berarti sudah tua. Mata sudah mulai rabun. Gigi telah banyak yang tanggal. Fisik tentu juga lemah. Sakit-sakitan tidak bisa terhindarkan. Simpulannya adalah nikmat Allah SWT sudah banyak dikurangi. Dan dapat dikatakan juga sudah tidak produktif lagi. Usia-usia seperti ini banyak beranggapan “kayak anak kecil” yang merepotkan. Anak yang merawat orangtua  sering kali banyak mengeluh daripada berlapang dada dan bersyukur. Beda saat orangtua menyambut dan merawat anaknya saat kecil.

Kamis, 23 Juli 2015

Memaafkan!



Sulit memang. Orang yang tidak bersalah dan bahkan yang mendapat perlakukan kurang menyenangkan diminta oleh Allah SWT untuk mema’afkan. Hati terasa berat. Tapi... itulah takwa! Allah mengangkat derajat orang-orang bertakwa. Diantaranya dengan mema’afkan. Kalau diperhatikan orang yang bersalah meminta ma’af kepada korbannya(orang yang tidak salah) itu ma sudah biasa. Sudah sewajarnya. Yang aneh adalah sudah bersalah tapi tidak meminta ma’af. Islam memberi pendidikan bagi kaum muslimin dengan keluhuran budi. Bukan sekedar minta ma’af tapi memberi ma’af.

Senin, 29 Juni 2015

Mari Bertanya Pada Diri QT



Sudahkah benar niat QT hidup di dunia ini?
Ada komentar teman:” hidup untuk makan atau makan untuk hidup?”
Apakah langkah QT yang     sepanjang usia dijalan-Nya?
Nasehat kakek: leee urip sepisan ya aja disiak-siakna!
Lebih banyak mana? Atau Prioritas mana ibadah atau dunia QT?
Suara bisikan:”surga itu mahal. Akherat itu kekal. Itu lebih utama!
Lebih condong kemanakah hati QT? Allah atau dunia?
Firman-Nya: carilah kebahagiaan akherat tapi dunia jangan LUPA!
Apakah QT mau pilih kebahagian dunia?
Kata-Nya Allah kan memberinya balasan dunia dengan sempurna.
Ataukah kebahagiaan akherat?
Allahpun menjawab: itulah yang lebih baik
Apakah tumpukan hari-hari QT bukan tumpukan kebaikan?
Komentarnya: lalu apa?
Masihkah ada waktu bagi QT untuk bertaubat dan memperbaiki diri?
Dimalam-malam yang hening di bulan Ramadlanseperti saat ini.
Bersimpuh bermunajat akan kemurahan-Nya
Berharap puasa, sedekah, qiyamul lail mengangkat derajat takwa
Semoga tahun depan masih bertemu lagi.
PUASA?
Puasa penuh rahmat!
Allah Yang Maha Tahu…

Kamis, 18 Juni 2015

Cintaku tak bertepi



Orang yang lagi kasmaran sering berucap dengan kata-kata yang manis. Saking manisnya membuat semut berdatangan silih berganti. Jadi klepek, klepek dibuatnya. Gitu!hehehe. Kreatifnya orang jatuh cinta menggelorakan energi sebagai bagian upaya meraih harapan. Cintanya diterima. Plong. Segerrr mak nyes! Apakah kata-kata manisnya yang terucap berpuluh, beratus dan beribu kali itu benar adanya? Maka waktu akan menguji cintanya bisa seminggu, sebulan, setahun dan beberapa tahun kemudian. Kalau ternyata dalam beberapa tahun benar bertahan, berarti cintanya “bisa diandalkan”. Bertahan cintanya hingga masa tua dan mati menunjukan cinta dibawa mati. Lho kok bisa? Ya ... iyalah! Kan hatinya dibawa ke liang kubur?! Apa namanya kalau bukan cinta dibawa mati?  Ah bisa aja. Sekarang apa-apa bisa dipakai senjata atas nama cinta. Ganteng, cantik, pintar, seksi, mobil, kaya, pejabat, dan... bunga. Bunga? Tentu menarik. Bunga bank! 

Senin, 15 Juni 2015

Daya Juang



Kisah Pak Hasan di acara bang Andy Noya dengan tema”Cacat Bukan Kiamat”menginspirasi dan menggedor nyali siapa diri ini. Pak Hasan dengan keterbatasan fisik(kedua tangan diamputasi) akibat sengatan listrik tegangan tinggi(sutet) mampu bangkit. Bukan menyerah pada keadaan-karena keadaan bisa dibuat & disiasati-untuk duduk diam tidak berprestasi. Waktu tentu terus berjalan kalau hanya merenungi nasib akan tidak ada ujung pangkalnya. Ya bekerja saja. Persoalan hidup akan terus berjalan dan bertambah banyak sepanjang usia kita masing-masing. Inilah yang mampu diatasi Pak Hasan yang akhirnya menjadi pengusaha tas.