sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Jumat, 15 Mei 2015

Belajar dari

Pak Dul



Pak Dul demikian panggilan akrab dari Abdul Syukur, Pak Tuwek yang pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang becak. Tukang becak sih banyak, tapi yang ini berbeda. Salah satu perbedaan dari Pak Dul adalah gemar tambal lubang jalan saat tengah malam. Wiiih, keren! Mas, mas gitu aja kerennn, kalau keren itu nampang di tipi, nunjukin mobil mewahnya yang berjajar-jajar, rumah mewah berharga milyaran, dan istri cantik…? Emang kalau udah gitu dapet pelajaran apa??? Ya…pameran gratis! O… ahhh endak bahas itu biarlah mereka memang suka gitu! Ini belajar dari Pak Dul, si Tukang becak.

Rabu, 13 Mei 2015

Ilmu





   العلم سلطان وجده من صال
به ومن لم يجده صيل عليه 
      “Ilmu adalah kekuatan
Barangsiapa mendapatkannya, niscaya ia mampu “menerkam”, dan barangsiapa yang tidak mendapatkannya ia akan “terterkam”.

Bagaimanapun juga orang berilmu adalah menguntungkan. Asal bukan ilmu untuk ngapusi(menipu). Weleh, weleh… BAHAYA! Karena kekuatan maka orang yang berilmu hendaknya yang berakhlak baik. Dengan kekuatan itu pula Allah mengangkat derajat manusia dibandingkan makhluk lain.QS.58.11. Rahmat Allah diturunkan atas manusia yang berilmu untuk kemakmuran. Atas ilmu pula hidup manusia dapat dimudahkan. Kalau dulu mereka hanya jalan kaki kemana-mana mereka pergi, maka sejak ditemukan kendaraan tidak lagi. Tenaga, waktu dan biaya lebih dapat dihemat. Tapi tidak berhenti disini! Persoalan terus muncul kemudian seperti kemacetan menjadikan manusia terus berpikir bagaimana memecahkan. Ilmu muncul menjadi kekuatan. Sistem transportasi diperlukan akibat kemacetan yang terus terjadi lebih-lebih di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan dan kota lainnya.

Minggu, 10 Mei 2015

Model Pembelajaran



(pembelajaran transformatif)

Bagaimana seorang guru mengajar lebih dinamis, menarik dan kreatif? Memang mengajar apa harus dinamis, menarik dan kreatif? Guru menyampaikan materi/pelajaan siswa mendengarkan dan mencatat. Demikian pengajaran yang berlangsung di sekolah dan pesantren ini sudah bertahun-tahun. Madzab seperti ini berjalan baik-baik saja!demikian terang salah satu guru disalah satu ponpes. Lho, koq bisa? “Itu kitab kesebelas!”komentar teman. Ya artinya dari perspektif mana seseorang memandang dan meyakini sebuah cara diambil untuk suatu pengajaran. Memang penetapan model mana yang akan dilakukan oleh guru, maka gurulah yang memiliki otoritas. Asal apa yang diputuskan dapat dipertanggungjawabkan.

Seorang guru yang baik tentu ingin potensi peserta didiknya berkembang maksimal. Karena maksimal dan tidaknya potensi yang berkembang berkaitan dengan model pembelajaran. Sebagai contoh model pembelajaran yang mampu meningkatkan proses pembelajaran yang atraktif, dinamis dan kompetitif adalah pembelajaran transformatif. Sebagai catatan bahwa keberhasilan dan kegagalan ukurannya bukan hanya pada hasil akhir, tapi juga proses belajar. Jadi pembelajaran transformatif menitiktekankan pada proses belajar.

Jumat, 08 Mei 2015

Anak Nakal Vs Anak Baik?



(Building Your Child's Character: Challenges and Solutions)

Kalau Anda disebut “anak nakal” mau? Atau “orang nakal” mau??? Keduanya sebutan yang tidak memberikan spirit kebaikan. Tentu semua akan menolak: saya TIDAK! Namun dari kedua sebutan itu masih dikelompokan “diterima”bagi anak nakal. Lho? Koq bisa? Selama hal yang dilakukan anak-anak bukan sesuatu yang kriminal. Jika kriminal sudah menunjukkan keseriusan. Ini salah satu penegasan DR.Margono, M.Pd dalam sesi diskusi dan sarasehan. Anak nakal sering kali muncul karena salah asuh baik dari orangtua atau orang dewasa. Hal ini masih dapat diperbaiki, meskipun memerlukan waktu 2,5 usianya.Sementara bagi “orang nakal” hampir semuanya mengarah pada tindak kriminal. Kalau seperti ini urusannya sama polisi saja. Jangan sama saya, eee...bukan psikolog.Kirain!wkwk.

Kamis, 07 Mei 2015

Boyongan? Hijrah!

Maunya kemas-kemas untuk persiapan pindahan. Rencana pindahan awalnya Kamis, tanggal 7 Mei 2015. Tapi, saat pengepakan buku-buku dari almari kolega saya, Puket 1 semangat 45 Maju….lanjutkan! Akhirnya semua bergerak angkat-angkat barang mulai pukul 09.00 di hari Selasa, 5 Mei 2015. Semua bergerak mulai pimpinan, dosen, mahasiswa, CS dan tukang dari komplek ma’had Aly ke kampus STKIP Al Hikmah yang baru di komplek SMA Al Hikmah. Suasana berbeda tentu!

Senin, 04 Mei 2015

Guru Cerdas Murid Malas



Ada asumsi:
“Guru cerdas seringkali tidak telaten dan gati (sabar, perhatian & peduli) membimbing anak”
“Guru kurang cerdas lebih telaten dan gati membimbing anak”
Pengalaman(bukan penelitian):
“Guru cerdas telaten dan gati(sabar, perhatian & peduli) 10%”
“Guru cerdas kurang telaten dan gati(sabar, perhatian & peduli) 50%”
“Guru cerdas agak telaten dan gati(sabar, perhatian & peduli) 40%”
Guru Ideal:
“Guru cerdas dan terampil mendidik”

Jumat, 01 Mei 2015

Menjadi Yang Terbaik



TES! Sabtu, 2 Mei 2015 besok adalah jadual Tes Seleksi Masuk calon mahasiswa STKIP Al Hikmah. Jum’at pagi hingga malam hari ini mulai berdatangan peserta dari luar kota dalam propinsi dan luar kota luar propinsi. Kayak trayek bus saja! Ya demikian tahap yang harus dilalui menjadi mahasiswa STKIP Al Hikmah beasiswa 100% selama 4 tahun. Mereka harus lolos tahap demi tahap mulai administrasi, tes tulis, psikotes, dan tes wawancara. Semua kegiatan itu merupakan bagian ikhtiar untuk mendapatkan guru yang bermutu. Tingginya mutu guru berbanding lurus dengan tingginya mutu siswa. Merupakan konsen dan komitmen STKIP Al Hikmah dan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah membangun Bangsa.