sepirite...

Membaca membuka cakrawala berpikir,menulis pengikat ilmu dan warisan kan dikenang

Senin, 12 Januari 2015

Sang Proklamator, Dr.H.Muhammad Hatta


(pecinta buku dan nan sederhana)



Negeri ini sungguh bangga memiliki tokoh yang pernah lahir di Indonesia. Walaupun saya hanya mendengar dan membaca sejarah perjuangan dan kesederhanaannya. Bung Hatta sapaan yang biasa banyak orang sebut merupakan tokoh-tokoh yang patut menjadi teladan generasi saat ini dan akan datang. Sebut saja tokoh yang lain seperti Ir.Soekarno, KH.Agus Salim, Jenderal Sudirman, Muhammad Natsir, Hamka dan tokoh-tokoh lainnya. Tokoh yang menjadi Guru Bangsa ini disajikan dalam buku karya Agus Nur Cahyo berjudul “Kebiasaan Sehari-hari Para Guru Bangsa.”

Pada pendahuluan penulis buku tersebut mengungkapkan bahwa sungguh ironis bila dibandingkan kehidupan glamour dan mewah para pejabat negeri ini. Mereka tidak cukup sebatas menikmati fasilitas yang diberikan negara saja, tetapi tindakan korup pun dilakukan demi tuntutan gaya hidup. Kalaupun ada yang rela hidup sederhana, perilaku orang itu dianggap anomali dalam sebuah kehidupan berpolitik. Bahkan, hal itu akan dianggap sebagai sebuah pencitraan diri. Sebagai contoh DPR yang memakai jam tangan seharga 70 Juta bahkan ada yang 250 juta. Ini sangat kontras dengan teladan yang sudah pernah dicontohkan para pendiri negara dan Guru Bangsa. Bukan salah mereka bila para tokoh saat ini berperilaku pamer, sombong dan bermewah-mewah di atas uang rakyat.

Sabtu, 10 Januari 2015

Bicara Pendidikan… Ya Bicara Mutu!



(penentu nasib bangsa)   

Dari pukul 7.30 hingga hampir 12.30 kami dan beberapa dosen STKIP Al Hikmah mengikuti seminar Nasional tentang Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah(LPPKS). Pembicara yang menyampaikan materi adalah Prof.Dr.Muchlas Samani, M.Pd, Prof.Dr.Siswandari, M.Stats dan Ir.Abdul Kadir Baraja. Ketiga pembicara berbagi peran dan fokus bahasan dalam seminar di hari Sabtu, 10 Januari 2015 ini. Prof.Muchlas sebagai pembicara pertama mengawali dengan hasil penelitian tentang kontribusi terhadap hasil belajar anak. Prof.Siswandari mengawali dengan revolusi mental diantaranya tentang sikap jujur, sikap belajar dan bekerja keras. Dan terakhir Ir.Abdul Kadir mengawali dengan mutu sekolah(guru, KS dan Diknas atau Yayasan).
Ketiga paparan pembicara diatas dapat saya simpulkan tentang bagaimana mutu pendidikan diciptakan. Mencermati siapa-siapa yang berpengaruh dalam hasil belajar siswa adalah sbb:
Guru            : 30%(kompetensi)
Sekolah       : 7%(kepala sekolah)
Teman         : 7%
Ortu            : 7%
Siswa          : 49%(POT-MOT)

Jumat, 09 Januari 2015

Kekuatan Kaum Beriman (3-habis)



sebagai Seorang Muslim Sejati

 
3.   Ikhlas

Islam menyeru pada umat untuk tampil lebih baik dalam hidupnya. Bagaimanapun kondisi dan dimanapun posisi keberadaannya harus tetap menunjukkan keluhuran sebagai kaum beriman. Sulit memang. Berat juga! Bukankah ingin sukses dan bahagia harus diperjuangkan? Lebih-lebih ini kesuksesan dan kebahagiaan untuk negeri akherat! Tentu jauh lebih besar investasi yang harus ditanam. Sebagai contoh beristiqomah sholat lima waktu berjamaah di masjid atau disiplin masuk & waktu kerja untuk meningkatkan kinerja diri dan perusahaan. Kedua contoh urusan diatas akan benar-benar teruji istiqomah bila mampu berjalan 5 tahun. Lho koq 5 tahun? Memang kenapa? Repelita tahu!hehehe.


Rabu, 07 Januari 2015

Kekuatan Kaum Beriman (2)


sebagai Seorang Muslim Sejati

2.Syukur
Kekuatan kedua adalah bersyukur. Sering saya sampaikan disetiap kesempatan ceramah dan kajian agama tentang syukur. Bahwa syukur adalah energi positif yang dimiliki manusia(baca:orang beriman) yang keluar pada diri mereka untuk memuji, mengingat, membelanjakan harta, dan selalu taat beribadah kepada-Nya.

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."QS.Luqman(31).12

Selasa, 06 Januari 2015

Kekuatan Kaum Beriman (1)


sebagai Seorang Muslim Sejati 

“Manusia selalu diuji dengan hawa nafsu selalu menginginkan segala macam kenikmatan hidup, kesenangan, dan kemegahan dunia. Manusia tidak seperti hewan yang tidak memiliki kehendak dan keinginan.”
Kutipan diatas merupakan  salah satu poin penting yang dikemukakan dalam buku berjudul “Dahsyatnya Sabar, Syukur & Ikhlas” karya Abdul Syukur. Buku tersebut mencoba mengungkap rahasia hidup sukses dan bahagia. Tulisan dibawah ini terinspirasi oleh buku tersebut dan semoga menjadi tambahan semangat dalam menjalankan agama atau amal sholeh.

1.    Sabar

Sabar merupakan kekuatan yang luar biasa bagi kaum beriman. Allah selalu minta kepada kaum yang beriman pada akherat untuk sabar, sabar, dan sabar. Keluarbiasaan seorang muslim pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW. Karena saat ditempa musibah(sesuatu yang tidak diharapkan) ia sabar dan saat mendapat nikmat ia bersyukur.


Senin, 05 Januari 2015

Meningkatkan Kemampuan dan Keterampilan Guru


Profesi guru meskipun tidak dekat dengan “nyawa” namun bisa berdampak dalam dan lebih luas. Bila dokter salah dalam menangani pasien maka akibatnya pasien cacat hingga meninggal dunia. Sedangkan guru ketika salah dalam membimbing dan menyampaikan ilmu  maka akan merusak  akhlak dan pengetahuan siswa. Dampaknya akan berlanjut ke depan dan berantai. Pengetahuan yang salah akan terbawa hingga dewasa dan tua bila tidak memiliki daya kritis dan sifat terbuka. Dan saat menyampaikan ke orang lain kesalahan akan bertambah seiring berapa banyak peserta atau pendengar yang mengikuti. Dalam istilah agama dlalalah sesat dan menyesatkan! Naudzubillah mindzalik.

Jumat, 02 Januari 2015

Membangun Kualitas Diri



(sifat manusia dan ketakwaan)
Anda punya teman? Tentu pasti punya! Teman yang baiklah menjadi harapan semua. Lalu bagaimana bila Anda memiliki teman yang sering berkeluh kesah saja. Saat mendapat kesenangan tidak menonggol dan tidak mau berbagi malah menghindar. Bagaimana sikap Anda? Ternyata sikap seperti ini sudah menjadi bawaan manusia sejak lahir. Manusia pasti memiliki sifat-sifat seperti itu. Berarti boleh dong? Nanti dulu jangan tergesa-gesa menyimpulkan. Berikut ulasan yang dapat menjadi bahan diskusi Anda pembaca budiman.
انّ الانسان خلق هلوعا
اذامسّه الشّرّجزوعا
واذامسّه الخيرمنوعا   
الّاالمصلّين
الذين هم على صلاتهم داءمون  
QS.al-Ma’arij(70).19-23
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah,
21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,
22. kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat,
23. yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya